oleh

WARGA PULO

Jombang, AWAS !!
Puluhan warga desa pulo lor kecamatan Jombang meluruk mendatangi pabrik Gula (PG) Djombang Baru, kamis (25/05). Aksi unjuk rasa yang berjumlah puluhan orang warga pulo ini dilakukan di dalam PG Jombang, Mereka menganggap bahwa dalam proses perekrutan pekerja tidak fair dan disinyalir ada unsur KKN, sehingga tidak semua orang dapat bekerja disitu, Perwakilan koordinator Joko Fatah mengatakan kalau selama ini tidak ada kesejahteraan bagi warga pulo lor yang terkena dampak limbah PG Djombang Baru, warga hanya mendapatkan limbahnya saja, Ungkapnya, selama ini masih lanjut Fatah dalam perekrutan asal main comot (asal ngambil,red), saya meminta agar manajemen dalam perekrutan dilakukan secara fair dan transparasi, biar adil diadakan saja lotre bergilir dari dusun satu ke dusun yang lainnya biar merata smua, ujarnya dengan nada tinggi. Saat berdialog dengan pihak PG yang ditemui oleh personalianya. Fatah meminta agar kami dipertemukan bersama dengan pimpinan desa dan PG, terangnya dalam dialog tersebut. Sama hal nya dengan Basyarudin ketua APTR yang saat itu hadir menjelaskan bahwa sebaiknya memang begitu, jadi pihak PG memfasilitasi dan mempertemukan antara warga pula dengan Pimpinan kepala desa dan ngobrol bersama masalah perekrutan ini, Ungkapnya. Akan tetapi pihak dari PG menolak tawaran tersebut dengan alasan kami nanti akan mengirim surat kepada pimpinan desa mengenai perekrutan ini, kata suyarno personalia PG Jombang baru, dalam hal ini sambung yarno pihak PG sudah peduli pada lingkungan yakni Pulo, Denanyar, dan Jombang, di contohkannya pada tahun 2005 dalam perekrutan diserahkannya pada lingkungan kemudia tahun 2006 karyawan meminta permohonan kepada anaknya yang tinggal dilingkungan dan semua sudah diperhatikan. Pada tahun berikutnya PG mengambil tiga orang dari setiap lingkungan, termasuk pulo dengan syarat ketentuan Usia maksimal 30 th, tercatat sebagai warga desa pulo dan berijasah SLTA. urainya dengan jelas. Dia (yarno) juga menyampaikan bahwa tentang mekanisme dalam perekrutan pegawai kami semua diserahkan pada kepala desa, kalau di desa ada KKN dan bermasalah itu bukan urusan kami, tegasnya. ketika ditanyakan tentang adanya KKN dalam perekrutan yarno menjawab kalau di PG tidak ada karena gaji pegawai harian gajinya hanya pas-pasan, jadi apa yang dikorupsi, tandasnya. Sementara itu saat akan ditemui pimpinan desa untuk dilakukan konfirmasi sedang tidak berada ditempat. (zen)

Komentar