oleh

KAJI KAMPANYE PERDANA DI JOMBANG

JOMBANG AWAS!!
Kendati kampanye kandidat calon gubernur jatim Kofifah-Mudjiono (Ka-Ji), nyaris di bubarkan KPU dan Panwas Jombang, dengan alasan belum mendapat ijin dari Polres Jombang. Namun, agenda hari ke lima kampanye pasangan tersebut tetap berjalan dengan ribuan massa yang menghadiri kampanye tersebut.

Sebelumnya, Pihak KPUD dan Panwas Kabupaten Jombang, ngotot jika Tim kampanye pasangan Kaji melakukan pelanggaran kampanye di kabupaten Jombang. Pasalnya, Tim kampanye Ka-Ji diduga melakukan pelanggaran dengan menggelar kampanye tanpa ijin dari Polres setempat. Akibatnya, keberangkatan rombongan tim kampanye Kaji, tertunda beberapa jam di Ponpes Bahrul Ulum Al-Latifiyah I, Tambak Beras, Jombang.

“Kita masih melakukan klarifikasi kepada pihak KPUD Kabupaten Jombang dan Panwas, sebab, kami mendengar, ada kabar kalau kampanye Bu Khofifah ini tidak mengantongi ijin,” kata Silahuddin Asyari, Ketua tim pemenangan Ka-JI Jombang, saat konferensi pers, kemarin.

Dikatakan dia, bahwa ancaman KPUD melarang Tim Ka-Ji berkampanye di Kabupaten Jombang, sebenarnya diskriminasi. Pasalnya, dirinya mangaku kalau ijin kepada pihak Polda Jatim sudah dilakukan tiga hari sebelum acara dilangsungkan.

“Kita akan tetap melakukan kampanye ini, karena semua sayarat-syarat yang sudah ditetapkan oleh KPUD dan panwas sudah kami lalui, bahkan, kita sudah mengatakan akan melakukan berbagai rangkaian kegiatan kampanye Ka-Ji di Jombang,” terangya.

Kendati demikian, acara yang sempat tertunda hampir dua jam tersebut, tetap berjalan dengan lancar, Dengan dikawal ribuan santri dan sejumlah kiyai pendukungnya. Kofifah tampak asik menyapa ribuan pengguna jalan dengan berdiri di atas mobil dengan kap terbuka.

Perjalanan, memakan waktu tiga menit melintas di Jl Wahab Chasbulloh menuju Alon-alon Jombang ini, mengundang gemuruh warga kota santri yang ingin menyaksikan secara langsung dari dekat kandidat Calon Gubernur Jatim dari kaum perempuan ini. “Bu Khofifah..Bu Khofifah..,” teriak para warga yang berjejer di pinggir jalan, sembari mengacungkan jari telunjuk menandakan angka Satu nomor urut pasangan Ka-Ji ini.

Baca Juga  Ratusan Honorer Geruduk Kantor Kemenag Nganjuk

Riuh ribuan konstituen Ka-Ji yang tumpah ruah di alun-alun Jombang Kota ini pun bergulir, saat Ka-Ji memasuki areal Alun-alun Kota Jombang ini. Diatas panggung, Khofifah dan Dewi seakan tanpa lelah menyambut ribuan konstituen Kaji ini yang sempat menunggu kehadiran Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini, yang sempat molor selama dua jam dari jadwal yang sudah ditetapkan itu.

Dalam kesempatan tersebut, artis ibu kota Dewi Yull, yang ikut mengaampanyekan Khofifah Indar Parawansa ini, mengatakan bahwa pilihan harus tetap satu dengan disertai keyakinan pada 23 Juli mendatang agar masyarakat Jawa Timur memilih Kaji. “Ratu Jawa Timur tetap ibu Khofifah, biarpun sempat ada pencekalan, satu tekad tetap maju dan coblos nomor satu Ka-Ji Manteb,” seru Dewi.

Dewi Yull yang juga menyanyikan lagu Munajat Cinta dari The Rock untuk mengawali lagunya menyapa masyarakat Jombang, meski syairnya sedikit diubah.

“Tuhan kirimkanlah kami, pemimpin yang baik hati, yang mencintai kami, ibu Khofifah,” lantun Dewi Yull bersama-sama dengan Khofifah menyanyikan lagu tersebut.

Senada dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC PPP Jombang, KH Sillahuddin Ashari, mengatakan bahwa, kedatangan Khofifah di Jombang yang sempat memunculkan berbagai ancaman, akhirnya bisa tercapai.

“Alhamdulillah, Bu Khofifah bisa hadir di hadapan saudara-saudara sekalian, meski sempat di ‘Dholimi’,” teriak Gus Adi, panggilan akrabnya, di hadapan ribuan pendukung Ka-Ji, kemarin, dengan diiringi sahutan gemuruh ribuan ibu-ibu yang hadir dari pelosok-pelosok kecamatan di Jombang itu.

Sementara Khofifah saat memberikan sambutan, mengiginkan semua warga Jombang berjuang bersama-sama untuk memenangkan Ka-Ji pada tanggal 23 juli mendatang. Dikatakan dia, masalah pengangguran di Jombang khususnya di Jatim selakaynya pula harus di sudahi.

Baca Juga  Gus Syafiq Terpilih Ketua PW Ansor Jatim Periode 2019-2023

“Kalau masih ada penagguran, dan kemiskinan, kita harus berjuang bersama-sama, melakukan sebuah gerakan perubahan, agar masyarakat bisa tentram dan sejahtera bersama,” kata Khofifah di atas panggung, sembari di sambut ribuan warga Jombang. “Kalau belum Ka-Ji, (plesetan Haji) tetap belum Manteb,” gemuruh ribuan warga tersebut.

Jombang terkenal dengan pertanian, karena sebagian besar masyarakat Jatim hidup dari sektor agraria ini. Begitu juga dengan pengangguran, perlu segera dientas dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan, seluas-luasnya.

“Semuanya harus mempunyai kesempatan berkarya tanpa terkecuali. Bahkan saya berpikir, jika nanti saya terpilih, harus ada kesempatan bagi mereka yang muda baik dari mahasiswa agar menjadi Jubir gubernur, sehingga ada jembatan antara rakyat dan pimpinan,” katanya.(zen/ami)

Komentar