oleh

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Asrama MAN PK Denanyar Jombang

Jombang, Jurnaljatim.com
Kepala Kantor Wilaya (Kakanwil) Kementerian Agama Wilayah Jawa Timur, Drs H. Syamsul Bachri, M.Pd,I melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama MAN PK (Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan) Denanyar Jombang, Jawa Timur,  di Kampus Utama MAN Denanyar, Rabu (13/9/2017) siang. Acara itu juga diisi peragaan tari Maumere oleh siswa siswi madrasah setempat.
Hadir dalam acara itu, rombongan Kemenag Jatim, Perwakilan Kemenag Jombang, para Pengasuh, Ketua Yayasan, dewan guru, karyawan dan seluruh siswa-sisiwi MAN Denanyar. 
Sebagai Madrasah penerima program Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) di Jawa Timur tahun 2017, MAN Denanyar merupakan satu diantara sepuluh MAN Se-Indonesia yang ditunjuk oleh Kementerian Agama RI. Satu-satunya Madrasah berbasis pesantren pelaksana program MANPK yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar. Mulai dari proses pendaftaran hingga seleksi siswa-siswi MANPK dilakukan serentak se-Indonesia melalui website Kemenag RI. Program MANPK sebelumnya sempat dilakukan pada sekitar tahun 2004 di MAN Denanyar.

“Peletakan batu pertama ini menjadi pertanda akan segera dimulainya pembangunan Asrama MANPK. Disini kami menampung 24 siswa dan 24 siswi MANPK Semua siswa-siswi MANPK untuk sementara diasramakan di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang. Pembangunan Asrama MANPK direncanakan selesai pada 16 Desember 2017 dengan dana  sebesar 2 milyar rupiah dari pemerintah. 1,9 milyar akan  digunakan untuk pembanguna asrama dan sisanya untuk pengembangan kegiatan MANPK. Selain itu, terdapat program Akselarasi dan program regular seperti program Agama, IPA, IPS, dan Bahasa yang sudah bertahun-tahun lamanya diselenggarakan di Madrasah ini”, ungkap Kepala MAN Denanyar H. Syamsul Ma’arif, S.Pd., M.Pd.

Syamsul Bachri menyampaikan bahwa dirinya sangat terkesan dengan perkembangan MAN Denanyar yang sangat pesat. Santri yang dulu pernah menimba ilmu di Ponpes Nurul Jadid Paiton Pasuruan tersebut menuturkan kekagumannya pada madrasah yang sudah didirikan puluhan tahun lamanya ini.
“Ada Madrasah yang memiliki manajer dan sarana yang bagus, tetapi gurunya tidak dapat menyampaikan pelajaran dengan baik, sehingga murid tidak dapat menerima dengan baik pula. Tetapi ada madrasah yang dalam sarananya pas pasan, tetapi memiliki autod yang bagus. Pertama karena transfering overingnya dan semangatnya yang dalam bahasa pengajaran disebut dengan “acting mengajar” dan komponen mengajarnya bagus. Perkara yg diajarkan oleh bukan ahlinya dan tidak tahu dalamnya ilmu itu layaknya genting yang hancur. Ada semboyan yang mengatakan “Madrasah lebih baik, dan lebih baik itu Madrasah,” ujarnya.
Ia mengatakan, banyak murid lulusan dari Madrasah yang berhasil hingga ke Perguruan Tinggi Negeri serta dalam hal agama juga bersaing secara sehat. “Tetapi jangan bersaing dengan saling menjatuhkan dengan belajar membesarkan orang, maka orang lain akan membesarkan kita,” imbuhnya saat pembinaan guru dan karyawan di Aula Madrasah usai ceremonial peletakan batu pertama berakhir.
Baca Juga  AKP Mukid Bentengi Kepala Madrasah di Jombang Dari Bahaya Narkoba

Menuru dia, Madrasah yang maju adalah madrasah yang telah memenuhi tiga kunci besar yaitu, Guru yang profesional, Managemen madrasah yang baik, dan sarpras yang memadai. Para pendidik merupakan bagian utama yang sangat penting bagi tercapainnya visi-misi Madrasah untuk membentuk kader-kader ulama dan pemimpin bangsa masa depan. (Ariska, naili, rodhoh/jur)

Komentar