oleh

Yenny Wahid : Jihat Melawan Hawa Nafsu, Bukan Kaum Kafir

Yenny Wahid (instagram)

Jakarta, Jurnaljatim.com

Hasil penelitian terbaru yang dilakukan Wahid Foundation, bahwa Benih-benih radikalisme di Indonesia makin meningkat. Yakni, 0,4 persen masyarakat Indonesia pernah melakukan aksi radikal. Dan, 7,7 persen tak keberatan bertindak radikal.
“Kita jangan hanya melihat persentase di bawah 10 persen. Bila dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia (dewasa), katakanlah 150 juta orang, berarti 600 ribu orang sudah berbuat radikalisme dan 11 juta yang ingin berbuat radikal,” ungkap Yenny Wahid, pimpinan Wahid Foundation dalam Simposium Nasional Peringatan Hari Ibu ke-89 di Jakarta, Senin (4/12/2017).
Adanya benih-benih radikalisme ini, lanjut Yenny, harus diputus mata rantainya agar tidak menjadi bom waktu. Caranya dengan memperkuat kecintaan pada Pancasila.
Makin tinggi kadar kecintaan pada Pancasila, kian jauh dari radikalisme.
“Hasil penelitian kami, 72 persen atau ratusan juga penduduk Indonesia menolak radikalisme. Ini menjadi modal kita untuk melakukan perlawanan,” ujarnya.
Dia menyarankan agar sejak dini anak-anak sudah ditanamkan jiwa toleransi dan cinta Pancasila. Sekolah-sekolah dan pesantren harus ikut membantu membentuk karakter anak. Jangan sampai anak diajarkan jihad itu berperang melawan kaum kafir.
“Ajarkan jihad itu adalah melawan hawa nafsu, bukan harus berperang dan berdarah-darah,” tegasnya. (jpnn/jur)

Komentar