oleh

LSM Gerak Laporkan Dugaan Korupsi di Kota Kediri

Kediri, Jurnaljatim.com
Dugaan sejumlah korupsi di Kota Kediri yang tercium oleh LSM Gerak telah dilaporkan ke kantor Kejari (Kejaksaan Negeri) setempat. Mereka meminta, Kejaksaan untuk melakukan penyelidikan dugaan korupsi yang selama ini merugikan negara.
“Kami meminta Kejari Kota Kediri untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan terjadinya kerugian uang negara yang dilakukan oleh PD. Pasar Kota Kediri dalam melakukan eksekusi pembongkaran Pasar Setono Betek,” Kata Tomi Aribowo dalam aksinya bersama puluhan massa di kantor Kejari Setempat, Senin (22/1/2018).
Tomi menganggap dari pengerjaan proyek Pasar Setono Betek banyak terjadi unsur pelanggaran didalamnya. Diantaranya dalam pembongkaran seharusnya dilakukan lelang aset, tetapi dalam prakteknya dilakukan pembongkaran sendiri.
“Sebenarnya dari adanya proses lelang aset tersebut, Pemkot bisa mendapatkan asupan dana dari proses eksekusi pembongkaran itu. Namun disini nyatanya apa, Pemkot justru mengeluarkan anggaran untuk biaya dari pembongkaran aset pasar tersebut. Jadi bisa kita katakan, dalam pelaksanaan rehab pembangunan Pasar Setono Betek ini menggunakan double anggaran yang menyebabkan kerugian uang negara,” ujarnya kepada para wartawan.
Selain melaporkan dugaan korupsi di Pasar Setono betek, pihaknya juga melaporkan terkait dengan pembangunan RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang dibangun di lokasi Sungai Brantas. Tak hanya itu, mereka juga melaporkan temuan adanya dugaan kasus korupsi gaji karyawan BPJS. Gaji yang seharusnya tertara Rp 1.500 ribu Namun para karyawan hanya menerima gaji sebesar Rp. 800 ribu.
Sementara, Kepala Kejari Kota Kediri, Dra Martini SH mengungkapkan, pihaknya akan melakukan penelusuran terkait aduan tersebut sesuai dengan SOP.
“Penyelidikan dulu yang kita lakukan. Kalau sudah ada bukti terindikasi, pasti langsung kita lakukan penyidikan,” ujar Martini yang menemui mereka. (Jur)

Komentar