oleh

Mayat Kaki Menyembul Keatas Tanah di Pemakam Tegowangi Tewas Dicekik, Begini Kronologinya

Kediri, Jurnaljatim.com – Sunarti (39) jasadnya yang dikubur tanpa dikafani dengan kaki menyembul (keluar) keatas tanah di pemakaman umum Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa timur ternyata dihabisi oleh teman suaminya Mukayat.

Tidak kurang dari 24 jam, Satreskrim Polres Kediri berhasil membekuk pelakunya. Ialah Nur Kholik, warga Jalan Gg Wilis, RT 01/ RW 09, Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa timur.

“Antara korban dan tersangka sudah saling kenal, yakni di perumahan Tropodo, Sidoarjo,” kata Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan, dalam pers rilisnya kepada wartawan di Mapolres Kediri, Senin (21/5/2018).

Kapolres mengatakan, sebelumnya suami korban meminta untuk memata matainya karena mencurigai istrinya selingkuh. Kemudian, dalam kronologisnya, pada hari Rabu (16/5/2018), tersangka dan korban janjian untuk bertemu di depan SD Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.

Setelah bertemu, keduanya kemudian berjalan keliling mencari hotel di wilayah Kota Kediri dengan menggunakan mobil jenis Nissan X-Trail milik korban. Namun, ketika hendak memasuki salah satu hotel, pelaku mengajak korban mencari makan. Nah, disitulah terjadi pertengkaran antara pelaku dan korban.

Dalam cek-cok itu, korban mengucapkan kata-kata menghina dan kurang pantas kepada pelaku. Tak terima dengan perkataannya, pelaku naik pitam hingga menghabisinya.

“Pelaku dicekik dengan menggunakan tangan korban hingga tewas. Motiv pembunuhan yakni tersangka tersinggung dengan kata-kata korban,” kata Kapolres.

Setelah memastikan korban telah meninggal, pelaku kemudian membawa jasad jasad istri Mukayat asal Kecamatan Prambon, Nganjuk itu ke Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.

Ditempat itu, dia mencangkul pusara lama yang berjarak sekitar 10 meter dari jalan desa. Namun karena tergesa-gesa, liang lahat yang digalinya tidak terlalu dalam. Kedalamannya sekitar 30 sentimeter. Di lubang galian itulah jasad Sunarti dikuburkan. Pakaiannya masih utuh dan tidak dikafani.

Keesokan harinya, salah seorang warga menemukan mayat korban yang dimakamkan secara tidak sempurna. Saat itu, kaki korban menyembul atau keluar ke atas tanah.

Penemuan mayat yang membuat geger warga itu, kemudian dilaporkan ke Polsek Plemahan. Setelah dievakuasi dan dibawa ke Rumah sakit, teridentifikasi korbam bernama Sunarti, yang tinggal di Sidoarjo dan orangtuanya tinggal di Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.

Kapolres menegaskan, dari pengungkapan tersebut, Satreskrim Polres Kediri langsung bergerak cepat, hingga kurang dari 24 jam, pelaku ditangkap polisi.

Selain itu, turut disita sejumlah barang bukti, diantaranya, Mobil Nissan X-Trail nopol L 1793 DL, Mobil X-Trail Nopol AG 1746 DH, 1 buah cangkul, 1 buah garuk (sekrop), 1 buah glangsing putih, 2 buah ponsel merk samsung, 1 buah cincin emas milik korban, 1 buah jam tangan dan pakaian milik korban dan pelaku.

“Tersangka telah ditahan dan dikenakan pasal 338 KUHP Junto 340 KUHP,” pungkas AKBP Erick. (jk/zai/jur)

Berita Lainnya