oleh

PDAM Kabupaten Malang Raih Tiga Penghargaan Top BUMD 2018 Se Indonesia

Malang, Jurnaljatim.com – PDAM Kabupaten Malang, Jawa Timur, berhasil menerima tiga penghargaan TOP BUMD 2018 sekaligus, Kamis (03/05/2018) di Balai Kartini, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

“Penilaian peserta oleh panitia TOP BUMD dilaksanakan dalam 3 tahap. Tahap pertama, menghasilkan kandidat awal pemenang. Pada 2018, PDAM Kabupaten Malang, sebagai salah satu BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) milik Pemerintah Kabupaten Malang, menjadi salah satu dari 200 kandidat awal pemenang (long list) yang terpilih dari 2.000 BUMD se-Indonesia,” kata Syamsul Hadi, Jumat (04/05/2018).

Mengutip Tabloid Jawa Timur, Tahapan selanjutnya, panitia TOP BUMD 2018 melaksanakan penilaian kepada PDAM Kabupaten Malang, meliputi penilaian aspek kinerja keuangan, aspek pengembangan sumber daya manusia (human capital), aspek pemasaran dan pelayanan pelanggan, aspek strategi, dan asoek manajemen kinerja.

“Panitia TOP BUMD 2018 juga melaksanakan penilaian kepada H. Syamsul Hadi, S.Sos, MM, selaku Direktur Utama PDAM Kabupaten Malang. Yang dinilai meliputi aspek kinerja dan aspek soft competence. Penilaian tahap kedua tersebut dilaksanakan dengan metode kuesioner,” kata Kepala Bagian Umum PDAM Kabupaten Malang, Eko.

Menurut Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, berdasarkan penilaian terhadap kuesioner tersebut, PDAM Kabupaten Malang terpilih kembali dalam kandidat pemenang (short list) dan diwajibkan mengikuti tahapan presentasi dan wawancara yang dilaksanakan pada 19 Maret 2018 di Jakarta.

Dalam tahapan presentasi dan wawancara tersebut, H. Syamsul Hadi, S.Sos, MM, menyampaikan strategi bisnis, capaian kinerja, terobosan kebijakan, inovasi, dan prestasi yang telah dicapai oleh PDAM Kabupaten Malang dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, yang dikemas dalam tema Menjaga Keseimbangan Fungsi Bisnis, Sosial, dan Lingkungan Hidup.

Dalam presentasi tersebut, H. Syamsul Hadi, S.Sos, MM, menyampaikan, tujuan pendirian PDAM meliputi fungsi bisnis, yaitu mendapatkan laba. Dan fungsi sosial, berupa kemanfaatan umum, yaitu pelayanan air minum yang prima, terjangkau, dan berkelanjutan.

Di samping itu, PDAM juga harus menjaga kelestarian lingkungan hidup untuk ketersediaan air yang kelak akan diwariskan kepada generasi selanjutnya. “Ketiga fungsi tersebut mempunyai hubungan sebab akibat. Karenanya, tidak ada konsep yang lebih ideal bagi PDAM selain menjaga keseimbangan ketiga fungsi tersebut,” terang Syamsul Hadi.

Sementara itu, masih kata mantan Kepala Bagian Umum PDAM Kabupaten Malang ini, pertumbuhan pendapatan dan laba PDAM Kabupaten Malang dalam kurun 2 tahun terakhir mencapai lebih dari 27 persen. Hal tersebut disebabkan karena adanya peningkatan pertumbuhan investasi lebih dari 29% yang berasal dari Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) untuk mendukung program hibah air minum APBN.

“Dengan program hibah air minum tersebut, mulai tahun 2015 sampai 2017, PDAM Kabupaten Malang telah memberikan bantuan pemasangan sambungan rumah murah sebanyak 18.320 SR bagi 18.320 masyarakat berpenghasilan rendah,” terang mantan Manajer Persekam Metro FC ini.

Dia menambahkan, peningkatan laba perusahaan juga memberikan dampak posistif terhadap setoran PAD (Pendapatan Asli Daerah) kepada Pemerintah Kabupaten Malang yang selalu over target. Selain itu juga meningkatnya dana sosial yang disalurkan untuk melaksanakan program bantuan sambungan rumah gratis, bedah rumah, sembako gratis, dan santunan untuk yatim piatu maupun kaum dhuafa. (*)

Berita Lainnya