oleh

Survei Alvara Research Center di Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Ungguli Gus Ipul Puti, Ini Hasilnya

Jurnaljatim.com – Alvara Research Center merilis hasil survei pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2018. Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (Khofifah-Emil) unggul atas rivalnya Saifullah Yusuf- Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Puti).

Dari survei yang dilaksanakan pada 29 April-5 Mei 2018, Pasangan Calon Gubernur Jatim nomor urut satu, Khofifah-Emil unggul 48 persen, sementara Gus Ipul-Puti meraih 41,9 persen.

“Hasil survei ini cukup mengejutkan. Karena di survei sebelumnya pada September 2017, elektabilitas Khofifah hanya 35,9 persen. Jauh di bawah Saifullah Yusuf dengan 46,6 persen,” kata CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, Selasa (22/5/2018) petang.

Hasanuddin menjelaskan, survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling, melalui wawancara tatap muka sebanyak 800 responden.

Dalam survei itu, melansir iNews.id, elektabilitas Khofifah-Emil melonjak signifikan sebesar 11,1 persen. Sedangkan Gus Ipul-Puti mengalami penurunan drastis sebanyak 5,1 persen.

Kemudian dilihat dari distribusi dukungan pasangan calon berdasarkan jenis kelamin, Khofifah-Emil condong didukung pemilih wanita sebesar 54,4 persen. Sedangkan pasangan Gus Ipul-Puti lebih condong didukung pemilih pria sebanyak 50,4 persen.

“Mayoritas pemilih PKB itu muslimat. Ketika khofifah maju secara tidak langsung muslimat akan mendukung,” ujarnya.

Selain itu dijelaskan, Khofifah-Emil juga unggul di wilayah Madura, Arek sedangkan Gus Ipul Puti unggul di wilayah Tapal Kuda. Sementara untuk wilayah Mataraman persentase kedua paslon bersaing cukup ketat.

“Di Madura Khofifah-Emil (48 persen) Gus Ipul-Puti (33,3 persen). Di wilayah Arek Khofifah-Emil (52,8), Gus Ipul-Puti (41,6 persen). Kemudian di Tapal Kuda Khofifah-Emil (43,4 persen), Gus Ipul-Puti (47,6 persen). Untuk Mataraman Khofifah-Emil (44,1 persen), Gus Ipul-Puti (39,5 persen), ” kata dia.

Namun, kata Hasanuddin, situasi tersebut bisa saja berbalik pada saat Ramadan jika Gus Ipul-Puti memanfaatkannya dengan baik. Karena setelah Idul Fitri sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mendekati pemilih. (*)

Berita Lainnya