oleh

Tim Jihandak Polda Jatim Sterilisasi Masjid di Karangrejo Tulungagung, Ternyata Kardus Misterius Itu Isinya…

Tulungagung, Jurnaljatim.com – Warga Tulungagung mendadak digemparkan dengan adanya kardus misterius yang diletakkan di masjid Al-Ikhlas, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Kardus misterius itu berukuran sekitar 30 x 30 x 60 centimeter dan diletakkan di samping pintu keluar masjid. Tidak ada satupun pengurus masjid yang mengetahui pemilik kardus tersebut.

Bahkan, hingga Selasa (15/5/2018) malam sekitar pukul 20.30, saat pengurus masjid hendak mengunci pintu masjid, tetap tidak ada yang mengambil maupun mengakui kardus tersebut miliknya.

Khawatir dengan keberadan kardus tak bertuan itu, tamir masjid langsung melaporkannya ke Polsek Karangrejo. Sebab, takmir tersebut juga tidak berani membuka, mengingat maraknya isu teror dan peristiwa ledakan bom di Surabaya dan lainnya.

“Kita dapat laporan dari Polsek Karangrejo yang meneruskan informasi dari masyarakat, sesuai prosedur yang ada kita lakukan tindakan kepolisian dan melaporkannya kepada Brimob kemudian diteruskan ke Jihandak” Ujar Kabagops Polres Tulungagung, Kompol M. Khoiril yang turun langsung ke lokasi kejadian.

Khoiril menjelaskan, sesuai prosedur kepolisian jika ada barang yang mencurigakan, sudah seharusnya dilaporkan kepada Brimob Polda Jatim yang memiliki tim Jihandak.

Selang 2 jam kemudian satu unit tim penjinak bom datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan sterilisasi lokasi masjid sebagai upaya penjinakan kardus tersebut.

Nah, disaat bersamaan dengan itu, tiba-tiba dua orang pemuda pemilik kardus tersebut datang ke lokasi untuk mengambil kardus tersebut.

“Lha pas tim jihandak datang, pemilik kardus juga datang ya sudah kita minta untuk membukanya dihadapan petugas dan isinya memang buku buku dan tidak ada barang yang mencurigakan” tegas Khoiril.

Diketahui, pemilik kardus tersebut adalah Amin dan ARif, seorang santri salah satu pondok pesantren di Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Mereka mengungkapkan, jika sengaja menitipkan kardus berisi buku tersebut kepada salah satu jamaah masjid yang sedang mengikuti kegiatan hadrah di masjid.

Amin mengaku, kardus tersebut dititipkan karena mereka berdua masih akan membeli kekurangan buku pelengkap di wilayah kediri.

Sedangkan kardus berisi buku tersebut cukup berat apalagi nantinya mereka berdua kembali melewati masjid tersebut sehingga diputuskan untuk menitipkan kardus tersebut di masjid.

“Kami dari Srengat belanja buku kitab kuning di kalangbret tapi masih kurang, terus kami nyari lagi di kediri nah karena nanti lewat sini lagi akhirnya kita titipkan disini dulu,” ujarnya.

Petugas yang saat itu tidak langsung percaya, kemudian secara bersama sama membuka isi kardus tersebut. (rif/jur)

Berita Lainnya