oleh

LPUI Salurkan Bantuan Dua Warga Patianrowo Nganjuk

Nganjuk, Jurnaljatim.com – Dua orang di Nganjuk yang kehidupannya jauh dari kelayakan mendapatkan bantuan dari LPPUI (Lembaga Program Peduli Umat Indonesia). Sebelum menerima bantuan, mereka juga telah disurvei oleh tim dari LPUI.

Dua orang itu yakni, Sukardi (65) warga Desa Ngepung, RT 2/RW 6, Kecamatan Patianrowo dan Rusminah (62) warga Desa Pecuk, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Sukardi selama ini hidupnya sebatang kara dan belum pernah menikah. Ia mengalami sakit dibagian kakinya, sehingga tidak bisa bekerja dan beraktifitas. Dari kondisi itu, LPPUI memberikan bantuan paket sembako dan uang tunai Rp 1 juta.

“Terima kasih atas bantuan PPU (Progr Peduli Umat) yang mana mau memperhatikan rakyat yang miskin dan sangat membutuhkan pertolongan. Semoga PPU semakin dikenang serta dikenal masyarakat banyak dan selalu jaya selamanya,” ucap Sukardi usai menerima pemberian bantuan yang disaksikan perangkat desa setempat, Minggu (10/6/2018).

Sementara Rusminah (62), mendapatkan bantuan dari LPPUI karena selama ini hidupnya penuh serba kekurangan. Bahkan, untuk makan keseharian, Rusminah mendapatkan dari tetangganya.

Sudah hampir dua tahun ini, Nenek Rusminah menderita sakit -sakitan. Ia tidak mempunyai rumah dan tinggal numpang ditempat orang lain.

Melihat kondisi itu, memantik kepedulian dari LPPUI dan memberikan bantuan uang Tunai Rp 1 juta serta paket sembako. Harapannya, bantuan itu dapat meringankan ekonomi beban hidupnya.

“Terima kasih kepada para pemangku LPPUI yakni Bapak Agus Santoso atas bantuan dan kepeduliannya kepada kami,” ujar Rusminah usai mendapat bantuan yang disaksikan aparat desa setempat.

Agus Santoso, Pelaksana program LPPUI mengatakan, bantuan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Harapannya, dapat meringankan masyarakat yang membutuhkan.

“Ini juga membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Semoga bantuan dari kami bisa meringankan warga dan program ini akan terus berjalan di seluruh daerah di Indonesia,” ujarnya. (zai/jur)

Berita Lainnya