oleh

Kekerasan Anak Berdampak Negatif Pada Pertumbuhan

Sidoarjo, Jurnaljatim.com – Sebanyak 250 anggota PKK Desa dan Kelurahan, di undang dalam rangka sosialisasi Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak (GNAKSA), di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Rabu (8/8/2018).

Mereka di undang, agar paham dalam pencegahan dan penanganan tindak kekerasan seksual terhadap anak. Sebagai narasumber dihadirkan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur.

Wakil Ketua 1 TP-PKK Sidoarjo, Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin menyampaikan, kekerasan terhadap anak dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Anak sangatlah rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan, baik itu fisik dan seksual.

“Bentuk kekerasan beranekaragam, dan bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan dan dimana saja,” ungkapnya.

Istri dari Wabup Sidoarjo ini menambahkan, kekerasan tersebut nantinya, akan berdampak negatif pada pertumbuhan anak. Dampaknya bisa mengalami depresi, stress dan trauma.

“Yang lebih mengkhawatirkan, anak cenderung akan melakukan hal yang sama, saat anak dewasa nanti,” tandasnya.

Ia melanjutkan, pencegahan kekerasan terhadap anak sudah sering dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya, dikeluarkan Inpres no 5 tahun 2014 tentang gerakan nasional anti kejahatan seksual terhadap anak.

“Mari kita ikut mendukung pelaksanaan ini, dengan lebih sayang dan tanggung jawab terhadap anak,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris LPA Jawa Timur M. Isa Ansori menyampaikan, kekerasan seksual terhadap anak, menjadi kasus yang mendominasi di Jatim. Di tahun 2018 ini, sudah terjadi 87 kasus. Tiap bulan selalu terjadi, dan grafiknya naik turun.

“Bulan Januari ada 12 kasus, dan bulan Februari ada 18 kasus. Hal tersebut, ditengarai adanya hari Valentine,” paparnya.

Isa menyarankan, para orang tua untuk bisa meluangkan waktu untuk anak. Meskipun hanya 20 menit. Waktu tersebut, hendaknya bisa dimanfaatkan dengan baik untuk anak.

“Dengan waktu tersebut, anak akan merasa nyaman di rumah. Jangan terlalu sering memarahi anak,” imbuhnya. (*)

Reporter: Denni
Editor: Hafid

Berita Lainnya