oleh

Satresnarkoba Polres Jombang Bekuk Bandar Narkoba Antar Kota, 25 Ribu Butir Pil Dobel L Disita

Jombang, Jurnaljatim.com – Bisnis haram yang dilakoni Gibas (35) warga Lingkungan Meri, Rt 02 RW 02, Desa Meri, Kecatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur berakhir di tangan polisi. Bahkan ia kini meringkuk di sel tahanan Polres Jombang.

Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Mochamad Mukid mengatakan, Gibas yang merupakan seorang bandar narkoba jenis pil koplo dalam menjalani bisnisnya cukup cerdik. Dalam transaksinya dengan pelanggannya, ia menggunakan ranjau.

“Barang ditaruh di suatu tempat tertentu, lalu pembeli mengambilnya. Jadi, antara dirinya dan pembeli tidak saling mengenal,” terang AKP Mukid kepada wartawan usai menggelar rekonstruksi penangkapan bandar pil Koplo di Mapolres Jombang, Selasa (7/8/2018).

Mukid mengatakan, tidak mudah menangkap kuli bangunan tersebut. Petugas hampir kuranb lebih selama satu bulan melakukan penyelidikan dan pengintain terhadap pelaku.

“Setelah bukti kuat, kita tangkap di rumahnya dengan ribuan barang bukti pil dobel L siap edar. Pelaku ditangkap di Rumahnya di Mojokerto,” terang mantan Kasat Resnarkoba Polres Ngawi ini.

Barang bukti yang disita dari bandar pil perusak otak tersebut sebanyak 25 ribu butir lebih pil dobel L. Rinciannya, 25 pack plastik berisi pil dobel L masing-masing berisi 1000 butir. 12 plastik klip masing- masing berisi 50 butir pil.

Kemudian 1 bungkus rokok Marlboro berisi 1 klip plastik diduga sisa sabu dengan berat kotor 0,25 gram, 1 plastik berisi ganja kering dengan berat kotor 0,81 gram, 2 buah pipet kaca, 1 buah potongan sedotan plastik sebagai skrup serta 1 buah sedotan kecil sebagai alat hisap.

Kasat Resnarkoba mengungkapkan, sasaran peredaran pil adalah umum dan lebih banyak pada usia remaja. Pembelinya, lanjut dia, tidak hanya di Jombang saja, tapi didaerah lainnya, seperti Mojokerto, Nganjuk, Kediri, dan Sidoarjo.

“Selain menjadi bandar pil, tersangka juga menghisab sabu-sabu. Dipilih menjadi bandar pil koplo karena harganya murah. Satu plastik , tersangka bisa meraih untung hingga Rp 500 ribu,” jelas Mukid.

Ia menandaskan, dirinya berkomitmen akan membasmi peredaran pil koplo dan sejenisnya di kota santri ini. Sebab, barang haram itu telah merusak generas muda.

“Tersangka dijerat pasal 114 (1) jo 111 (1) UURI no 35 tahun 2009 dan pasal 196 UURI no 36 tahun 2009 tentang narkotika dan tentang kesehatan,” pungkas AKP Mukid. (*)

Reporter: Z. Arifin
Editor: Azriel

Berita Lainnya