oleh

Bupati Mundjidah Pimpin Apel Dan Kirab Hari Santri Nasional 2018

Jombang, JurnalJatim.com – Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab memimpin apel dan kirab peringatan Hari santri nasional (HSN) tahun 2018). Kegiatan apel HSN dilakukan di Alun-alun Kabupaten Jombang, Selasa (23/10/2018) pagi.

Sebanyak 22 ribu pelajar mengikuti apel dan kirab Hari Santri Nasional (HSN) Kabupaten Jombang 2018. Tampak hadir diantaranya Wakil Bupati, Forkopimda, Ketua NU Jombang, Pj Sekda, Asisten, Kepala OPD, Camat, Para Kiai, Bu Nyai dan para Pengasuh Pondok Pesantren di Jombang.

Salah satu santri saat apel HSN membacakan ikrar santri sebagai berikut: Kami Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia berikrar: sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, berpegang teguh pada aqidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia, berideologi negara satu ideologi Pancasila, berkonstitusi satu Undang Undang Dasar 1945, berkebudayaan satu kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.

Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, selalu bersedia dan siap siaga, menyerahkan jiwa dan raga, membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian dunia.

Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin, untuk seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal ika, serta konstitusi dasar lainnya yang bertentangan dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

Sementara itu, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dalam amanahnya menyampaikan keputusan Presiden RI No 22 Tahun 2015 tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional.

Ketetapan tersebut merupakan wujud penghormatan negara terhadap peran ulama, pesantren, dan kaum santri dalam memperjuangkan kemerdekaan melalui proses pemikiran, negosiasi dan gerakan resolusi jihad.

“Para kiai pencetus revolusi jihad khususnya khadrotus Syaikh KH. Hasyim Asyari yang telah memberi warisan nilai-nilai ketauladanan dapat kita jadikan pijakan perjuangan. Nilai perjuangan berada dalam sosok santri yang memiliki tiga karakter dasar yakni mengaji (mencari ilmu), mengabdi (melayani masyarakat dan dalam jiwa santri berkobar prinsip menjaga kesatuan NKRI. Hubbul wathon minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman),” ujar putri KH. Wahab Chasbulloh, pendiri dan penggerak NU ini.

Mundjidah mengatakan, tiga warisan nilai-nilai perjuangan, baik yang belajar di pesantren maupun di sekolah luar pesantren adalah menjadi santri. Santri yang berperan dan bermanfaat untuk pembangunan negeri.

“Tantangan negara saat ini adalah menguatkan kedaulatan dan kesejahteraan warga dengan memegang prinsip santri bekerja sama menjaga persatuan, kesatuan, toleransi dan saling menghormati,” ujarnya.

Mundjidah mengatakan, kebebesan berpendapat merupakan modal dasar pembangunan. Tetapi, tetap harus merawat kemajemukan, dengan menjaga silaturahim terhadap sesama, jauhi prasangka buruk, ujaran kebencian, menyebar hoax yang semua dapat mengakibatkan permusuhan.

“Untuk mencapai kesejahteraan warga di Kabupaten Jombang, kita semua perlu bekerjasama sesuai tupoksi masing-masing. Marilah bekerja profesional dan memberikan layanan maksimal kepada warga. Untuk anak-anak santri sebagai generasi penerus negeri, manfaatkan energi kalian untuk berkarya, tataplah masa depan dan semangat supaya masa depan bangsa Indonesia tetap bercahaya,” katanya.

Usai melakukan apel bersama, Mundjidah didampingi Wabup Sumrambah bersama jajaran Forpimda memberangkatkan peserta kirab Hari Santri Nasional mulai start dari Alon-alon sampai finish di stadion Merdeka Jombang. (*)


Reporter: Z. Arifin

Editor: Hafid


Berita Lainnya