oleh

Bupati Paparkan Tiga Tantangan di Kabupaten Jombang

Jombang, JurnalJatim.com – DPRD Kabupaten Jombang menggelar sidang istimewa tentang pidato visi dan misi Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah. Sidang digelar di ruang paripurna kantir DPRD setempat, Selasa (2/10/2018).

Hadir dalam paripurna tersebut, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, para Muspika, Kepala OPD (Organisasi Kepala Daerah) serta anggota DRD Kabupaten Jombang.

Dalam paripurna itu, Sidang dibuka oleh Ketua DPRD Jombang, Joko Triono, selanjutnya pidato oleh Bupati Jombang, Hj. Munjidah Wahab dengan didampingi Wakil Bupati, Sumrambah.

Mundjidah menyampaikan saat ini, terdapat 3 tantangan yang dihadapi Kabupaten Jombang. Pertama, indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Jombang tahun 2017 sebesar 72,2 peren. Angka itu lebih tinggi dibandingkan IPM Jawa timur, sebesar 69,98 persen.

Trend perkembangan IPM Kabupaten Jombang selama 4 tahun terakhir mengalami peningkatan sebesar 3,13 atau mengalami rata-rata pertumbuhan sebesar 1,5 persen per tahun.

“Namun demikian, untuk kemampuan daya beli masyarakat di kabupaten jombang masih perlu ditingkatkan agar tidak menahan laju pertumbuhan IPM Kabupaten Jombang,” ujarnya.

Kedua, tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun 2017 sebesar 5,14 persen. Sementara TPT Jawa Timur sebesar 4,00. Selama 5 tahun terakhir TPT Kabupaten Jombang mengalami fluktuasi/naik turun dengan deviasi sekitar 1 persen setiap tahun.

Dan ketiga, tingkat kemiskinan kabupaten jombang pada tahun 2017 sebesar 10,48 persen. Angka ini sedikit lebih baik dibanding tingkat kemiskinan provinsi jawa timur, sebesar 10,98 persen

“Namun demikian, angka ini masih diatas kemiskinan nasional yang sebesar 9,82 persen. Selama 5 tahun terakhir tingkat kemiskinan Kabupaten Jombang menurun hanya sebesar 0,69 persen,” paparnya.

Menghadapi tiga tantangan tersebut, Kabupaten Jombang memiliki 6 potensi yang harus dikembangkan secara maksimal, sehingga percepatan pembangunan dapat segera diwujudkan.

Pertama, Kabupaten Jombang memiliki posisi strategis sebagai akses utama dalam jalur perdagangan baik regional maupun nasional, Surabaya, Solo, Jakarta.

Kedua, Kabupaten Jombang memiliki potensi produk unggulan dalam komoditas tanaman pangan, perkebunan dan peternakan.

Ketiga, nilai investasi kabupaten jombang dalam 4 (empat) tahun terakhir mencapai kisaran 700 sampai dengan 900 milyar. Pada tahun 2016, terjadi peningkatan nilai investasi sampai dengan diatas 1,1 trilliun karena adanya investasi 2 penanaman modal asing (PMA) yaitu pt. Uniformosa foodwear indonesia dan pt. Jack lucky foodwear serta penambahan investasi oleh PTPN X PG. Tjukir.

Keempat, jumlah usaha mikro di kabupaten jombang tahun 2016 sebanyak 25.439 usaha, atau sebesar 90% dari pelaku umkm. Sebagian besar usaha mikro tersebut telah mampu mengakses permodalan dari perbankan.

Kelima, nilai PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) Kabupaten Jombang tahun 2017 sebesar 35 trilyun 352 milyar 265 juta 7 ribu rupiah dengan kontribusi sektor dominan adalah sektor perdagangan, pertanian, dan industri pengolahan.

Dan yang terakhir, pertumbuhan ekonomi kabupaten jombang tahun 2017 sebesar 5,41 persen lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,07 persen dan sedikit di bawah propinsi yang sebesar 5,72 persen

“Untuk memaksimalkan pengembangan potensi yang kita miliki, maka visi pembangunan lima (5) tahun mendatang adalah “Bersama mewujudkan Jombang yang berkarakter dan berdaya saing,” ungkap Bupati Jombang, Hj. Munjidah Wahab.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan sukses telah dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Jombang,

“Segera rapatkan barisan, rangkul semua pihak. Sudah tidak ada lagi perpecahan atau permusuhan setelah Pilkada. Ajak bawa Jombang lebih maju lagi,” ucap Pakde Karwo sapaan Gubernur Jatim.

Ia mengungkapkan, perlunya sinkronisasi antara Pemprov dan Pemkab dalam program yang dituangkan disemua kebijakan terutama di bidang pembangunan. Sehingga, akan cepat tercapainya pembangunan yang tepat dan berkelanjutan.

“Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati sebentar lagi, segera susun RPJMD untuk 5 tahun kedepan, jangan lupa senantiasa sinkronisasikan dengan Pemrop untuk tercapainya pembangunan tepat dan berkelanjutan,” kata Pakde Karwo. (*)


Reporter: Luberta
Editor: Hafid

Berita Lainnya