oleh

Komisi ll DPR RI Kunjungi Kantor Pelayanan Sidoarjo

Sidoarjo, Jurnaljatim.com – Sebanyak 11 anggota DPR RI Komisi ll dan 1 perwakilan dari Ombudsman, mengunjungi dan melihat secara langsung proses perizinan online di Sidoarjo yang sudah menerapkan sistem OSS (Online Single Submission).

Rombongan anggota DPR RI tersebut, dipimpin langsung oleh wakil ketua komisi ll Mardani Ali Sera. Kunjungan mereka ke Sidoarjo, untuk memastikan pelayanan publik yang berjalan di wilayah Sidoarjo sudah berjalan dengan baik, Senin (22/10/2018).

Mardani Ali mengatakan, pihaknya ingin melihat perkembangan inovasi pelayanan publik yang sudah dikembangkan oleh Pemkab Sidoarjo. Yang mana nantinya, akan menjadi percontohan pelayanan di daerah lainnya.

“One Stop Service yang diterapkan di sini sudah berjalan baik, dan masyarakat dimudahkan dalam mengurus izin,” jelas Mardani usai meninjau kantor DPMPTSP Sidoarjo.

Dirinya juga menyampaikan, kunjungan komisi ll juga karena Sidoarjo dinilai oleh pemerintah pusat sebagai salah satu daerah yang memiliki prestasi. Banyak inovasi pelayanan publik yang diakui sampai ke tingkat nasional.

“Kami ingin tahu, apa betul pelayanan disini sudah berjalan dengan baik. Untuk itu, kami langsung ke lapangan dulu sebelum bertemu dengan Bupati Sidoarjo,” pungkasnya.

Sementara itu, di hadapan para anggota DPR RI Komisi ll, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menjelaskan, Pemkab Sidoarjo sudah membuat berbagai inovasi dalam pelayanan publik. Selain penerapan perizinan online OSS, ada inovasi yang sudah mendapatkan penghargaan dari Kementerian PAN RB.

Dan juga sudah masuk dalam kategori top 99 inovasi pelayanan publik nasional. Sedangkan yang sudah diakui di tingkat provinsi Jawa Timur ada tiga inovasi pelayanan. Hal tersebut, adalah kebijakan untuk mendorong agar supaya setiap OPD membuat minimal satu inovasi.

“Saat ini, pemerintah di dorong untuk berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik. Termasuk birokrasi yang cepat, dan bersih,” ungkapnya.

Di waktu yang sama, Kepala Dinas DPMPTSP Sidoarjo Ari Suryono menyatakan, program OSS Sidoarjo baru di launching bulan Agustus 2018 kemarin. Dengan penerapan sistem perizinan OSS itu, akan menjadi solusi dan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan.

“Saat ini, sudah ada 2200 izin yang sudah kami layani. Yang paling banyak, adalah izin terkait IMB dan secara umum, program OSS sudah berjalan baik,” pungkasnya. (*)


Reporter: Deni Yan

Editor: Azriel


Berita Lainnya