oleh

Walikota Madiun: Kondusif Adalah Soko Guru Semua Aktivitas

Madiun, JurnalJatim.com – Kota Madiun sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak hanya dihuni oleh masyarakat dari suku Jawa saja. Saat ini, sekitar 22 suku yang ada di Nusantara tinggal di daerah berjuluk Kota Karismatik ini. Karena itu, menjaga kerukunan antar-warga adalah hal yang penting dilakukan.

Dalam upaya mempererat tali silaturahmi antarpenduduk, Pemkot Madiun menggelar pertemuan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Ruang 13 Sekretariat Daerah Kota Madiun, Selasa (23/10/2018).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir pula perwakilan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) di Kota Madiun.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menuturkan bahwa perbedaan merupakan suatu hal yang wajar. Namun, jangan sampai hal tersebut menimbulkan perpecahan.

‘’Kondusif adalah soko guru semua aktivitas,’’ tuturnya.

Menurut Sugeng, kerukunan antarumat beragama dan antarsuku yang tinggal di Kota Madiun sudah cukup kondusif. Karena itu, situasi yang sudah indah ini diharapkan dapat terus terjaga dan dipertahankan bersama.

Kondusifitas itu, lanjut Sugeng, salah satunya terlihat saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu. Perbedaan terbukti tak dapat mengikis persatuan masyarakat Kota Madiun.

‘’Sesuai kata Pak Mendagri (Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, red), kalau ada itu masih dalam tahap wajar,’’ terangnya.

Untuk itu, besar harapan Pemkot agar perbedaan yang ada di masyarakat tidak menimbulkan masalah. Justru, semakin meningkatkan kebersamaan dan membangun persatuan. Karenanya, semangat nasionalisme dan patriotisme harus terus dijaga.

‘’Mari bersama-sama mewujudkan Kota Madiun yang aman, damai, dan kondusif,’’ tandasnya. (*)


Editor: Hafid

Sumber: Diskominfo


Berita Lainnya