oleh

Operasi Tujuh Hari, Satlantas Polresta Kediri Tilang 1.117 Pengendara

Kediri, JurnalJatim.com – Selama tujuh hari dalam Operasi Zebra Semeru 2018 yang digelar Satlantas Polresta Keduri telah menilang sebanyak 1.117 pengendara.

“Pelaksanaan Operasi Zebra Semeru sejak 30 Oktober 2018 hingga 6 November 2018 kemarin, jumlah yang ditilang ada 1.117 pengendara yang melanggar lalu lintas. Untuk sanksi teguran sebanyak 122 pengendara,” kata Kanit Turjawali Sat Lantas Polresta Kediri, Ipda Priyo Hadi Setyo, kepada media online JurnalJatim.com, Rabu, (7/11/2018).

Ribuan pelanggaran lalu lintas itu didominasi kendaraan sepeda motor dengan jumlah tilang sebanyak 1084 kasus. Selanjutnya kendaraan roda empat (penumpang) sebanyak 23 kasus.

Ipda Priyo menjelaskan, untuk pelanggaran roda dua didominasi pelajar yang belum memiliki SIM /Pengendara dibawah umur. Berdasarkan data, pelanggara dibawah umur sebanyak 520 kasus, kemudian tidak menggunakan helm SNI sebanyak 315 kasus, pelanggaran melawan arus sebanyak 225. Selebihnya, menggunakan HP saat berkendara 5 kasus, berkendara dibawah pengaruh alkohol 3 kasus serta lainnya 26 kasus.

Baca Juga:  Begini Cerita Wabup Sumrambah Menjadi Anggota DPRD Jatim Tahun 2009

“Sementara untuk roda empat, pelanggaran didominasi oleh pengemudi yang tidak mengenakan Safety Belt (sabuk Pengaman, red). Ada juga yang pengendara mobilbelum cukup umur,” kata Ipda Priyo.

Lebih lanjut, dirinya berpesan kepada seluruh pengendara bermotor agar selalu mentaati peraturan lalu lintas. Sebab, dengan tertib berlalu lintas akan dapat mencegah kejadian laka lantas.

“Salah satu tujuan dari operasi itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan patuh dalam berlalu lintas, dan menekan angka kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.

Untuk diketahui, sasaran Operasi Zebra Semeru 2018 itu adalah pengemudi kendaraan roda dua yang tidak menggunakan helm, pengemudi kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat yang masih di bawah umur, dan tidak memakai sabuk keselamatan bagi pengendara roda empat atau lebih.

Baca Juga:  Begini Cerita Wabup Sumrambah Menjadi Anggota DPRD Jatim Tahun 2009

Kemudian dengan sasaran pelanggaran over speed atau kecepatan yang melebihi ambang batas, pelanggaran berupa melawan arus lalu lintas, pengemudi di bawah pengaruh minuman keras maupun narkoba, dan pengemudi kendaraan roda empat maupun roda dua menggunakan smartphone atau ponsel. (*)


Reporter: Z. Arifin

Editor: Azriel


Berita Lainnya