oleh

Penarikan Motor FIF Sidoarjo Perdayai Konsumen

Sidoarjo, JurnalJatim.com – Ketidakpahaman masyarakat luas pada umumnya, tentang aturan kredit kendaraan pada akhirnya menimbulkan permasalahan yang pelik. Pada dasarnya, masyarakat mencari bentuk kredit yang disesuaikan dengan dana yang dimilikinya.

Meskipun sudah sesuai dengan dana yang dimiliki, pada kenyataannya masyarakat masih gagal atau tidak mampu dalam proses pembayaran. Akibatnya, banyak motor yang harus di tarik kembali oleh leasing.

Seperti yang dialami oleh Sinta (23) warga Desa Mojoruntut Kecamatan Krembung, Ia di cegat oleh dua orang yang tidak dikenalnya. Dua orang tersebut, mengaku dari leasing FIF Sidoarjo.

“Saya di cegat, dan di minta menunjukkan STNK motor. Setelah itu, STNK di bawa dan saya di giring ke kantor FIF,” ujarnya kepada Jurnaljatim, Kamis (06/12/1/2018) malam.

Baca Juga:  Begini Cerita Wabup Sumrambah Menjadi Anggota DPRD Jatim Tahun 2009

Setelah sampai di kantor FIF, Dirinya disuruh naik ke lantai tiga dan ditemui oleh pihak leasing. Kemudian, Ia disuruh menyerahkan kontak dengan alasan untuk menaruh ini dan untuk menggesek sesuatu. Selain itu, Ia juga disuruh tandatangan dengan dalih ada tunggakan pembayaran.

“Saya takut pak, akhirnya saya serahkan kontak dan tandatangan. Gak tahunya, motor saya ditahan. Dan diberi uang saku Rp. 50 ribu, untuk transport pulang,” ungkapnya.

Sementara itu, Sutomo (53) orang tua dari Sinta sekaligus pemohon kredit mengatakan, cara-cara yang dilakukan leasing tidak sesuai dengan peraturan fidusia. Hal itu, sama juga dengan perampasan di tengah jalan, dan ada unsur pidananya.

Baca Juga:  Begini Cerita Wabup Sumrambah Menjadi Anggota DPRD Jatim Tahun 2009

“Saya juga tidak diberi surat pemberitahuan atas tunggakan, tiba-tiba motor yang di bawa anak saya di tahan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Dirinya sudah menemui pihak leasing FIF di kantor. Namun anehnya, Ia disuruh melunasi angsuran dan membayar denda keterlambatan. Selain itu, disuruh membayar uang tarikan motor.

“Aturan dari mana itu, pihak leasing tidak bisa menjelaskan. Totalnya Rp 10 juta lebih, padahal saya ingin membayar dua tunggakan angsuran,”tuturnya.

Atas dasar kejadian ini, pihak FIF Sidoarjo telah memperdayai pihak konsumen. Dengan berbagai cara dalam penarikan motor, pihak leasing sudah melanggar peraturan undang-undang fidusia. (*)


Reporter: Deni Yan

Editor: Hafid


Berita Lainnya