oleh

Tanggapan Pemerintahan Desa Banjarasri, Terkait Demo Penolakan Pengeboran Lapindo

Sidoarjo, JurnalJatim.com – Terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo untuk menolak pengeboran baru oleh PT. Lapindo Brantas Inc mendapatkan tanggapan dari pemerintahan desa (Pemdes) setempat. Bahwa, Pemdes Banjarasri hanya menjembatani perihal tersebut.

“Itu aspirasi warga sendiri, yang disampaikan ke pihak Lapindo,” ucap Sekdes Banjarasri Saifullah kepada JurnalJatim.com, Selasa (4/12/2108).

Saifullah menyampaikan, penolakan keras warga itu adalah suatu bentuk trauma atas kejadian di Porong. Warga hanya ingin ketenangan, dan kalau ada jaminan dari pemerintah, pastinya warga tidak bimbang.

“Warga hanya ingin ketenangan, tidak ada tendensi yang lain,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, pada tanggal 13 Nopember 2018 sudah dilakukan pra sosialisasi antara warga desa dengan pihak Lapindo. Di situ dijelaskan, bahwa Lapindo hanya melakukan perencanaan pengeboran. Namun, warga menolaknya.

Baca Juga:  Begini Cerita Wabup Sumrambah Menjadi Anggota DPRD Jatim Tahun 2009

“Jadi bukan sosialisasi. Belum ada sosialisasi, sehingga belum ada kesepakatan,” urainya.

Diketahui, Desa Banjarasri hanya sebagai jalur akses masuk kendaraan berat, yang akan menuju ke Desa Kedungbanteng. Seandainya Desa Kedungbanteng punya akses sendiri, mungkin Banjarasri tidak akan dilewati.

“Juga mungkin, tidak akan terjadi unjukrasa warga,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Desa Banjarasri, H. Muchlison mengatakan, warganya melakukan aksi merupakan kemauan warga sendiri. Kalaupun pihak desa diminta untuk ditempati atau memfasilitasi, pihak desa tidak keberatan.

“Guna mencari solusi, kami siap. Yang penting, jangan ada pengrusakan dan unsur pidananya,” tandasnya.

Dijelaskannya, pihak desa juga sudah ditunjukkan semua perihal perijinan dari pihak Lapindo. Semuanya sudah lengkap, tinggal ijin dari warga desa. Karena ini merupakan program pemerintah, maka pasti dijalankan.

Baca Juga:  Begini Cerita Wabup Sumrambah Menjadi Anggota DPRD Jatim Tahun 2009

“Yang dikuatirkan, ada pihak lain dibelakang layar. Padahal, warga tidak ada niatan jelek. Karena, warga takut berurusan dengan hukum,” pungkasnya. (*)


Reporter: Deni Yan

Editor: Azriel


Berita Lainnya