oleh

Libur Natal Dan Tahun Baru 2019, KAI Daop 7 Madiun Layani 538.262 Penumpang

Madiun, Jurnaljatim.com – Selama masa liburan Natal 2018 dan tahun baru 2019, PT KAI Daop 7 telah melayani 538.262 penumpang. Jumlah itu dalam kurun waktu mulai 28 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

Berdasarkan data, rinciannya yakni sebanyak 267.468 penumpang yang turun, dan 270.794 penumpang berangkat dari 23 Stasiun wilayah Daop 7. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah penumpang yang terlayani pada masa angkutan Nataru tahun ini mengalami kenaikan sekitar 4 persen.

“Pada tahun lalu, jumlah penumpang naik dan turun di stasiun wilayah Daop 7 tercatat sebanyak 515.607 penumpang,” ucap Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko dalam rilis tertulisnya, Senin (7/1/2019).

Dari data jumlah tersebut, lanjut Ixfan, penumpang yang berangkat dari Stasiun Madiun merupakan yang terbanyak, tercatat ada 47.192 penumpang. Sedangkan untuk penumpang turun, terbanyak juga berada di Stasiun Madiun sebanyak 47.304 penumpang.

Baca Juga:  Tiga Hari di Jatim, AHY Safari Politik ke Wilayah Pantura

“Puncak kenaikan jumlah penumpang terjadi pada tanggal 23 Desember 2018 penumpang turun atau datang sejumlah 17.091 penumpang, sedangkan untuk penumpang naik atau berangkat terjadi pada tanggal 26 Desember 2018 sebanyak 16.392 penumpang,” terangnya

Ixfan mengungkapkan, perjalanan KA selama masa angkutan Nataru juga berlangsung aman, lancar, dan terkendali, sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan. Demikian juga, petugas di lapangan yang bertugas di berbagai posko telah bekerja dengan baik sehingga komitmen ‘zero accident’ dapat terwujud.

Mengingat pencapaian ini, Ixfan menyampaikan apresiasi pada semua pihak (TNI, Polri, Rekan media, dan para pecinta KA) yang telah membantu PT KAI dalam menyelenggarakan Angkutan memjadi selamat, tertib, aman, lancar dan terkendali atau zero accident, selama pelaksanaan angkutan Nataru.

Baca Juga:  Duel Maut, Warga Ngancar Tewas Bersimbah Darah

Ia menjelaskan, ada beberapa catatan yang menjadi evaluasi pihaknya selama masa angkutan Nataru 2018/2019 sebanyak 6 kejadian. berkaitan dengan adanya gangguan perjalanan KA, yang disebabkan oleh eksternal yaitu Pelemparan KA sebanyak satu kejadian, Temperan di perlintasan sebanyak empat kejadian dan Pengganjalan batu di rel ada satu kejadian

Namun, kata dia, data tersebut jika dibandingkan dengan gangguan Nataru tahun 2017/2018 sebanyak 8 kejadian, sehingga ada penurunan sekitar 25 persen. Penurunan angka itu bisa dikarenakan upaya tim Daop 7 Madiun dan pihak dinas perhubungan dalam melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada warga masyarakat untuk pemahaman mengenai UU 23 th 2007 tentang perkeretaapian khususnya terkait keselamatan perjalanan KA.

Baca Juga:  Anggota Satpol PP Jombang Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Mayangan

“Kedepan, harapan kami gangguan-gangguan yang ada tidak terjadi lagi minimal terus menurun,” pungkasnya. (Ril)


Editor: Z. Arifin


Berita Lainnya