oleh

Begini Modus Oknum Wartawan Asal Lumajang Peras PNS Blitar

Blitar, Jurnaljatim.com – Puji Cahyono, oknum wartawan, asal Perum Sukodono Permai, Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang ditangkap Satreskrim Polres Blitar Kota karena diduga melakukan pemerasan puluhan juta terhadap pria berinisial KM, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Blitar.

“Korban sudah mentransfer uang sebesar Rp 40 juta kepada pelaku,” kata AKBP Adewira Negara Siregar, Kapolres Blitar Kota dalam pers rilisnya, Selasa (19/2/2019).

Dugaan pemerasan itu terjadi pada 6 Februari 2019 lalu. Puji sebelumnya sudah mengintai korban selama sekitar seminggu. Pelaku selalu mengamati aktivitas korban mulai berangkat bekerja.

Pada 6 Februari, pelaku membuntuti korban dari rumah hingga ke salah satu hotel di Blitar. Nah, ketika keluar dari hotel, pelaku kemudian memfoto korban. Setelah itu, pelaku kemudian membuntutinya hingga kembali ke rumah.

“Setelah itu, pelaku pura-pura bertamu dan meminta nomor telpon korban,” kata Kapolresta Blitar.

Usai berpamitan, tak lama kemudian Puji melancarkan aksinya. Puji langsung menghubungi korban dan meminta uang dam mengancam jika permintaan tidak dituruti maka foto-foto ketika korban berada di hotel bersama teman wanitanya akan disebaluarkan di media sosial dan media massa.

Karena ketakutan, akhirnya korban menuruti permintaan pelaku. Korban pun mentransfer sejumlah uang kepada pelaku. Uang yang ditransfer sebanyak Rp 40 juta.

“Pengakuannya, hasil uang itu untuk kebutuhan hidup pelaku,” kata Mantan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya ini.

Korban yang geram karena meras terus diperas, dan uang puluhan juta itu masih kurang, akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polisi. Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan hingga pelaku ditangkap di SPBU wilayah Kecamatan Ponggok, Blitar.

Kapolres mengatakan, dalam melakukan aksi pemerasan itu, pelaku bersama seorang temannya yang kini masih dalam pengejaran polisi. Selamai ini, pelaku sudah 2 bulan melancarkan aksinya di wilayah Blitar dan Tulungagung.

Baca Juga  Megawati Dan BJ Habibie Hadiri Pemakaman Ani Yudhoyono di TMP Kalibata

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlau barang bukti. Yakni, satu lembar bukti setoran uang Bank BCA, ponsel sony warna hitam, kartu ATM bank BCA, Dompet warna hitam yang berisi uang Rp 4 juta. Satu lembar KTA wartawan metrotimes dan tanda pengenal bertuliskan Metro Indonesia surat kabar nasional.

Akibat perbuatannya, oknum wartawan itu harus mendekam di tahanan Polres Blitar Kota. Ia dikenakan pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara. (Res)