oleh

Dinas Kominfo Ngawi Ajak Jurnalis Kunjungi Perusahaan Pers Tertua di Indonesia

Ngawi, Jurnaljatim.com – Puluhan jurnalis yang memiliki wilayah kerja di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menyambangi perusahaan Pers tertua di Indonesia pasca Kemerdekaan, Surat Kabar harian Kedaulatan Rakyat ( KR ), Yogyakarta.

Kunjungan para wartawan itu dalam rangka studi teknis yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi, Kamis (21/2/2019) lalu. Rombongan studi teknis disambut oleh Redaktur Pelaksana KR, Joko Budhiarto.

Begitu tiba, peserta studi teknis diajak melihat langsung proses produksi hingga peta pemasaran KR yang oplahnya mencapai 100 ribu lebih.

Dalam forum diskusi, Joko Budhiarto menerangkan, sejarah berdirinya KR dan strategi koran harian tersebut yang tetap eksis sejak 27 September 1945 hingga sampai sekarang melalui approach ( pendekatan ) nilai kultural.

“KR didirikan oleh HM. Samawi dan M. Wonohito sejak 27 September 1945 terbit pada masa penjajahan Jepang.

“Koran ini mulai terbit pada masa penjajahan Jepang dan peredaran sempat dicekal oleh pihak penjajah. Para penjajah beralasan bahwa mereka khawatir dengan pemberitaan yang disuguhkan oleh Kedaulatan Rakyat nantinya akan mempengaruhi rakyat untuk menentang pihak penjajah. Kecerdasan itu akan membuat orang semakin kritis dan tahu apa yang ingin dilakukan serta yang ingin diraihnya,” terangnya.

Dari alasan itu, lanjut dia, tidak heran kalau bangsa penjajah tidak senang jika bangsa yang dijajahnya menjadi bangsa yang cerdas. Kecerdasan itu akan menimbulkan pemberontakan. Kedaulatan Rakyat adalah bukti kehausan informasi yang dirasakan oleh warga Yogyakarta pada khususnya dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya.

“Namun, berkat kegigihan dan keinginan pemrakarsanya, koran inipun akhirnya bisa kembali terbit walaupun sempat dibredel oleh penjajah. Nama Kedaulatan Rakyat sendiri diambil dari UUD 1945 alinea ke 4,” ujarnya.

Baca Juga  Romantis, SBY Terus Dampingi Istrinya Ani Yudhoyono di RS Singapura

Pada kesempatan tersebut Budhiarto juga menegaskan kehadiran koran yang didirikan HM Samawi dan M Wonohito saat itu bisa dibilang sebagai alat perjuangan.

“Kita berangkat dengan nafas perjuangan, namun kita sadar dinamika yang terjadi, pergeseran nilai dan kemajuan teknologi membuat perubahan pada perusahaan Pers,” ucapnya.

Menurut dia, Media saat ini sangat susah berdiri sebagai media idealis, seiiring perkembangan jaman, media massa lebih berdiri pada media industri. Dengan tetap menjaga nilai nilai budaya dalam proses kegiatan jurnalistik, kata dia, hingga saat ini masih mampu menjaga segmen.

Sementara, Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik, Diskominfo Kabupaten Ngawi, Fuad Misbahuddin Fahmi menjelaskan, kegiatan studi teknis itu untuk memperdalam pengetahuan tentang proses kegiatan jurnalistik dan managemen media massa.

“Ini sekaligus juga dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional tahun 2019,” katanya.

Pada kegiatan itu, peserta juga mengeksplor Taman Tebing Breksi, bekas tambang batu yang menjadi destinasi wisata buatan, di dusun Groyokan, kelurahan Sambirejo, kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Para peserta juga melakukan kegiatan Rafting Trip (arung jeram) di sungai Elo dan Progo, Magelang yang menjadi rangkaian penutup kegiatan. (*)


Reporter: Wulan Ucie T

Editor: Hafid