oleh

14 Desa di Tuban Terendam Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo

Tuban, jurnaljatim.com – Banjir luapan air Bengawan Solo semakin meluas setelah beberapa hari wilayah Kabupaten Tuban diguyur hujan. Akibatnya ratusan hektar sawah milik warga di empat kecamatan terendam banjir, dan masyarakat masih memilih tetap bertahan di rumah.

“Kondisi warga terdampak banjir belum ada yang mengungsi,” kata Joko Ludiono, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jumat, (8/3/2019).

Berdasarkan data sementara dari BPBD Tuban pada Kamis, (7/3/2019), banjir dari luapan air Bengawan Solo itu melanda 14 desa di 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban, yakni Kecamatan Widang, Plumpang, Rengel, dan Soko.

“Empat kecamatan di Kabupaten Tuban terkena luapan air Bengawan Solo,” ungkap Joko Ludiono.

Kondisi banjir paling parah di berada di Kecamatan Widang dengan merendam pemukiman warga di 7 desa. Meliputi Desa Widang, Patihan, Ngadipuro, Tegalsari, Tegalrejo, Kedungharjo, dan Simorejo.

“Lahan sawah milik warga yang tergenang banjir sekitar 70 hektar di Desa Widang,” terang Joko Ludiono.

Kemudian di Kecamatan Plumpang ada 3 desa yang terkena banjir. Pertama di Desa Kebomlati merendam akses jalan dengan ketinggian air sekitar 15 cm, dan persahawan sekitar 30 ha.

Kedua di Desa Kedungsoko merendam akses jalan, rumah warga, dan lahan persawahan sekitar 33 hektar. Di Desa Plandirejo banjir merendam tanaman jagung berumur 35 hari dengan luas kurang lebih 3 ha, dan tanaman timun umur 60 hari kurang lebih luas 3 hektar.

“Banjir di Desa Klotok merendam pekarang warga dan jalan poros dengan ketinggian air sekitar 30 cm,” ungkap mantan Camat Grabagan.

Ia mengatakan untuk wilayah di Kecamatan Rengel ada dua desa terdampak banjir, meliputi Desa Tambakrejo, dan Desa Karangtinoto. Tambakrejo ada pemukiman warga, halaman SDN Tambakrejo, Lapangan, dan area persawahan yang tergenang air dangan kondisi air naik.

Baca Juga  Menangis Lalu Kejang, Balita Tewas Kesetrum

“Sebagian jalan masih bisa terlewati namun akses untuk menuju desa tersebut tidak bisa di lalui kendaraan, sebab terputus,” ungkapnya.

Banjir di Desa Karangtinoto menerjang jalan Poros Desa Karangtinoto-Tambakrejo. Serta banjir juga masuk ke halaman SDN Karangtinoto 2, dan lapangan Tomerto.

“Banjir di area persawahan setinggi 30 – 60 cm, luasnya masih dalam perhitungan,” jelas Joko panggilan akrab Ketua Pelaksana BPBD Tuban.

Lebih lanjut, ia menjelasakan di Kecamatan Soko ada dua desa yang terdampak banjir berada di Glagahsari dan Sandingrowo. Banjir Desa Glagahsari menerjang jalan poros desa, dan pemukiman warga.

Sedangkan banjir di Desa Sandingrowo telah masuk di jalan-jalan pemukiman, dan jalan penghubung desa.

“Jalan tergenangi air masih bisa di lalui kendaraan baik roda 2 maupun 4 dengan ketinggian rata-rata air sekitar 20 cm. Pemukiman warga aman dan masih bisa beraktifitas,” jelasnya.

Ia menambahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan petugas BPBD telah bersiaga sejak dua hari yang lalu. Temasuk saat ini tim sudah mendirikan tenda siaga darurat berada di Kecamatan Rengel.

“Tim siaga darurat dengan membawa 3 set perahu karet 2 kendaraan untuk mobilitas team, dan asil pengamatan seluruh wilayah sepanjang bantaran mengalami kenaikan hingga sore ini,” pungkasnya. (*)


Reporter: Rohman

Editor: Hafid