oleh

Demo Coblos Ulang Pemilu 2019 di Polresta Kediri Ricuh, Begini Simulasinya

Kediri, Jurnaljatim.com – Ratusan pendemo yang menuntut pencoblosan ulang pemilu 2019 dihadang petugas Polwan dari Polres Kediri Kota. Merasa dihalang-halangi, massa datang lebih banyak dan semakin brutal. Sebagian petugas yang disiagakan meminta massa untuk tenang dan tertib.

Namun, himbauan itu tidak diindahkan dan massa semakin brutal. Mereka, bersikukuh untuk tetap dilakukan pemilihan ulang sembari melempari para petugas. Aksi dorong mendorong antara petugas kepolisian dengan para pendemo tak terelakan.

Polres Kediri Kota kemudian mendatangkan bantuan tim huru hara dari Satua Brimob untuk meredam aksi orang-orang tersebut. Hingga, petugas mengamankan provokator. Namun dengan tertangkapnya dua pendemo yang diduga sebagai provokasi, menyulut kemarahan pendemo dan bentrokan pun tak terelakkan.

Tembakan gas air mata pun dilakukan. Meskipun juga disemprot dengan water canon tetap nekat ingin menerobos masuk menemui ketua KPU. Menghindari kerusuhan yang lebih parah, satuan huru hara dari tim Brimob mengambil tindakan tegas dengan menembakkan peluru, yang mengakibatkan satu orang mengalami luka luka.

Petugas medis kepolisian langsung melakukan tindakan pertolongan kepada pendemo yang terkena tembakan. Itulah simulasi yang dilakukan Polres Kediri Kota dalam mengatisipasi terjadinya kerusuhan saat Pemilu tahun 2019.

Simulasi itu dilakukan didepan Mapolres Kediri Kota, jalan KDP Slamet, Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Sabtu (2/3/2019).

“Simulasi pengamanan pilpres dan pileg 2019 mendatang ini, dilakukan untuk mengetes dan melatih anggota untuk lebih siap. Ketika diterjunkan dalam pengamanan pesta demokrasi rakyat,” terang Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi.

Ia menjelaskan, simulasi pengamanan Pilpres mengerahkan 502 personil. Namun, untuk real pelaksanaan pengamanan operasi Mantap Brata, melibatkan dua pertiga kekuatan yaitu 602 personil.

“Jumlah itu diluar kekuatan BKO Brimob maupun BKO TNI juga dari Linmas,” kata AKBP Anthon Haryadi saat memberikan keterangan usai pelaksanaan simulasi, Sabtu (2/3/19) pagi.

Baca Juga  Pemasangan APK Tidak Tertib, Bawaslu Ngawi: Kalau Melanggar Kami Tindak

Hadir dalam kegiatan simulasi tersebut, Dandim 0809 Kediri Letkol Dwi Agung Sutrisno, Kepala Satpol PP Kota Kediri, Ali Muchlis, dan jajaran Pemkot Kediri dan juga tamu undangan. (*)


Reporter: Mas Joko

Editor: Z. Arifin