oleh

Diduga Palsukan Tandatangan Jual Beli Tanah, Kades Tanggungkramat Dipolisikan

JOMBANG, (Jurnaljatim.com) Iwan Arif Mustaqim (42) tahun warga Dusun Kramat, RT 003/RW 002, Desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso, Jombang melaporkan Kades Tanggungkramat ke Mapolres Jombang, Selasa (26/3/2019). Kades dilaporkan karena dugaan pemalsuan tanda tangan jual beli tanah miliknya.

Kepala Desa Tanggungkramat, Agus Hadi Suroso (43) diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan tanda tangan sebagaimana dalam pasal 263 KUHP. Tanah milik Iwan dengan nomor surat 1166 seluas 512 meter persegi diduga diperjual belikan oleh Kades tanpa sepengetahuan dirinya. Tanah yang terletak di Dusun Kramat itu diduga dijual oleh Kepala Desa Tanggungkramat dengan modus bersengkongkol dengan Sekdes nya.

“Saya dengar kabar bahwa tanah saya yang diduga telah dijual oleh Kepala Desa Tanggung Kramat kepada Sri Idayati yang seorang dokter,” kata Iwan.

Iwan arif menjelaskan kepada wartawan ini bahwa awalnya memang berniat menjual tanah miliknya yang terletak di Dusun Kramat. Pada waktu itu mantan istrinya memang pernah menawarkan kepada Kepala Desa Tanggungkramat, Agus Hadi Suroso. Namun ketika itu tidak ada kabarnya kelanjutanya, dan seiring waktu ketika ada pembeli tanah lalu Iwan mencari sertifikat sudah tidak ada.

Begitu mendengar tanahnya dijual, Iwan langsung ke rumah Sri Idayati di daerah Tapen, Jombang didampingi ketua Forum Rembuk Masyarakat Jombang (FRMJ), Joko Fattah Rochim. Begitupun juga saat melaporkan ke pihak kepolisian.

Ketika bertemu, Dokter itu menjawab telah membeli tanah tersebut dari pak Kepala Desa dengan menunjukkan suarat jual belinya. Surat jual beli itu ada kejanggalan dan rekayasa dan yang menjadi saksi Perangkat Desa yang salah satunya Sekdes Tanggungkramat, Dodik dan Udiono.

“Anehnya kok ada tanda tangan saya, padahal saya tidak pernah tanda tangan dan menjual ke Bu Sri Idayati,” terang Iwan.

Baca Juga  Ini Agenda Kongres Ke 3 Asosiasi Guru Pendidikan Agama di Surabaya

Berangkat dari hal tersebut, lantas Iwan didampingi oleh Joko Fattah Rochim membuat pengaduan ke kepolisian. Laporan tertuang dalan Tanda Bukti Lapor, nomor LPB/97/III/RES.I.II./2019/JATIM/RES JBG tertanggal 26 Maret 2019. (*)

Editor: Hafid