oleh

Hadapi Pemilu 2019,  Ryamizard Ryakudu: Belajar dari Semut dan Gajah

Jombang, Jurnaljatim.com – Masyarakat bisa menjadikan pelajaran dari semut dan gajah. Meskipun ukurannya kecil semut memiliki kemampuan untuk mengalahkan gajah, sebaliknya gajah belum tentu dapat mengalahkan semut. Ituah salah satu hal yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryakudu saat memberikan ceramah Bela Negara, di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawatimur, Jumat (15/3/2019) pagi.

“Mereka bersatu dan bergotong royong dalam menyelesaikan setiap permasalahan, mereka saling menghormati satu sama lain, ketika mereka bersatu sangat kuat sekali dan bahkan bisa mengalahkan yang lebih besar,” terang Menhan saat memberikan penjelasan tentang bagaimana semut bisa mengalahkan gajah.

Menurut Ryamizard, Persatuan dan kesatuan dalam menghadapi setiap permasalahan adalah konteks Bela Negara. Apalagi Indonesia saat ini menghadapi berbagai macam ancaman dari dalam dan luar, baik nyata maupun tidak nyata. Ancaman nyata dari dalam negeri adalah munculnya terorisme dan perpecahan akibat perbedaan paham.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid mengatakan mendekati gelaran Pemilu 2019, ancaman perpecahan negara begitu terasa.

Adapun beberapa hal yang patut menjadi perhatian semua pihak. Pertama, menjaga keragaman, menghormati satu sama lain dan tidak menganggap diri kita paling benar. Kedua, meminta semua pihak menghentikan fitnah, caci maki, ucapan yang menyinggung perasaan orang lain.

Selanjutnya, ketiga, semua pihak sebagai pengayom, atau bisa dibilang ulama untuk tidak ikut hiruk pikuk, justru harus menjadi peredam untuk segala sesuatu yang menjurus keadaan tidak baik. Keempat, untuk para pendukung kontestan untuk bisa menahan diri,

“Saya heran dengan beberapa WA group yang saya ikuti, dua orang saling ribut, lantas saya bilang anda berdua saling ribut yang anda bela saja tidak kenal dengan anda, untungnya apa?,” kata Gus Sholah.

Baca Juga  Gempar Mayat Wanita Dibakar di Mojokerto, Polisi: Korban Pembunuhan

Masukan terakhir dari Gus Sholah, gunakanlah hak pilih, kalau ada yang memberi uang terimalah, karena kalau kita menerima uang tidak apa-apa, tapi kalau kita milih kita dosa, karena menerima suap. Kalau ada yang memberi uang dua-duanya diterima saja, dan kalau kita milih itu dosa karena sudah menerima suap. (*)


Editor: Hafid