oleh

Inilah Sosok Kuswanto, Caleg DPRD Jatim Dari Partai Demokrat

JOMBANG, (Jurnaljatim.com) – Calon anggota (Caleg) DPRD Propinsi Jawa timur yang satu ini memang benar-benar merakyat dan selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Caleg tersebut Kuswanto dari Partai Demokrat nomor urut 1 (Satu) dapil X yang meliputi Kabupaten Jombang dan Mojokerto.

Untuk berada di tengah-tengah masyarakat, Kuswanto lebih banyak memanfaatkan waktunya dari warung ke warung. Hampir setiap hari, ia selalu menyempatkan waktunya untuk ke warung-warung. Cara itu sebagai wujud silaturahmi dirinya dengan masyarakat, sekaligus mensosialisaskan pencalegan-nya pada Pemilu 17 April 2019 nanti.

“Silaturrahmi itu tidak harus dalam bentuk pertemuan yang formal saja. Tetapi, selain berkunjung ke rumah-rumah, saya lebih banyak berkunjung ke warung-warung. Sebab, itu langsung bersentuhan dengan masyarakat,” terang Pak Kus sapaan DR. Kuswanto, SH, MH saat ditemui di Jombang, Kamis (28/3/2019).

Disetiap pertemuan yang dikemas penuh dengan sederhana, Pak Kus juga selalu memperkenalkan dirinya kepada masyarakat. Siapakah sebenarnya Pak Kuswanto?

Baca Juga: Pedagang di Makam Gus Dur, Doakan Caleg Kuswanto Jadi DPRD Jatim

Pria berkacamata minus itu merupakan Dosen (mantan Wakil Rektor IV) Universitas Darul Ulum Jombang. Di dunia politik, ia sudah tidak asing lagi. Kuswanto pernah menjadi anggota DPRD Jatim pada periode 2009 – 2014 lalu. Kini, Kuswanto menjadi pengurus Koni Jatim dan Ketua Umum Sedulur Jawa timur.

“Menjadi anggota Dewan adalah amanah. Kami mohon doa restu dan pilihannya, pada 17 April nanti. Buka kertas surat suara warna biru cari partai demokrat dan coblos DR H Kuswanto SH MH nomor urut 1,” kata Monev Cabang Olahraga SKI AIR Jatim, Minggu (31/3/2019).

Selama perjalanan dirinya berada di tengah-tengah masyarakat, banyak hal yang ia dapat. Menurut dia, masyarakat sangat senang bisa disapa langsung oleh caleg.

Baca Juga  Pemkot Mojokerto Sosialisasikan Pengadaan Barang dan Jasa

“Ya banyak hal yang kita dapat ketahui langsung dari masyarakat mas. Terutama soal ekonomi saat ini. Jika Tuhan menghendaki saya jadi, Insya Allah saya tetap bersama masyarakat dan memperjuangkan aspirasinya,” pungkas pria kelahiran Banyuwangi 26 Agustus 1961 ini. (*)


Editor: Hafid