oleh

Jalur ganda mulai beroperasi, 6 Kereta alami Kelambatan

Nganjuk, Jurnaljatim.com – Pekerjaan switchover di stasiun Nganjuk, Sukomoro, dan Baron, dan dimulainya operasi jalur ganda Baron sampai dengan Nganjuk telah dilaksanakan, Kamis (14/3/2019). Dampak dari pekerjaan itu, ada 6 perjalanan KA (Kereta Api) yang mengalami kelambatan.

Beberapa kereta terpantau pukul 10.29 yaitu KA 5A (Argowilis) relasi Surabaya gubeng – Bandung berangkat stasiun Nganjuk lambat 89 menit. KA 155c (Singasari) relasi Blitar – Pasar berangkat stasiun Nganjuk lambat 90 menit. KA 83A (Sancaka) relasi Surabaya gubeng – Yogyakarta berangkat stasiun Sukomoro lambat 63 Menit.

Sedangakan pantauan pada jam 12.33, KA 179a (Pasundan) relasi Surabaya gubeng – Kiaracondong berangkat stasiun nganjuk lambat 106 menit. KA 84a (Sancaka) relasi Yogyakarta – Surabaya gubeng berangkat nganjuk lambat 89 menit. Dan KA 101b ( Ranggajati) relasi Banyuwangi – Cirebon berangkat Sukomoro lambat 57 menit.

“Dengan adanya kelambatan tersebut kami sampaikan permohonan maaf kepada pelanggan Kereta Api. Namun kegiatan switchover harus dilakukan karena pada prinsipnya PT KAI Daop 7 Madiun mendukung kegiatan tersebut, guna tercapainya program strategis nasional, dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan,” kata Ixfan Hendriwintoko Manajer Humas Daop 7 Madiun.

Ixfan menjelaskan, pekerjaan switchover dilakukan serentak di tiga stasiun yaitu, Nganjuk, Sukomoro, dan Baron. Adapun pekerjaan yang dilakukan adalah, Pemutusan beberapa jalur dan penutupan jalur lama, penyambungan rel lama ke jalur baru, pengisian batu balas ke jalur yg baru disambung, peginstalan kelistrikan persinyalan dari manual ke sistim elektrik.

“Memang baru segmen 1 yang dikerjakan, nantinya bertahap pada segmen berikutnya,” terang Ixfan.

Dengan adanya jalur ganda, lanjut Ixfan, kedepan banyak hal hal yang lebih baik untuk perkembangan Kereta Api. Antara lain bisa ditambahkanya frekuensi perjalanan KA dan mengurangi waktu tempuh karena sudah tidak ada lagi persilangan.

Baca Juga  Masjid Ulil Albab Tebuireng Jombang, Kenangan Presiden BJ Habibie

Kendati begitu, dengan bertambahnya frekuensi perjalanan KA ada, menurut Ixfan, yang perlu diwaspadai khususnya bagi pengguna jalan raya, dengan adanya jalur ganda (dobel track) pada pintu pintu perlintasan yang tidak terjaga akan berpotensi bertambahnya kecelakaan temperan antara pengguna jalan dengan kereta api.

“Untuk itu kami menghimbau agar pengguna jalan selalu berhati hati tiap melewati perlintasan Kereta Api, patuhi rambu rambu yang ada,” pesannya. (*/ril)


Editor: Hafid