oleh

Pekerjaan Pergeseran Jembatan KA di Nganjuk Terganggu Cuaca

NGANJUK (Jurnaljatim.com) – Pekerjaan pergeseran dan pergantian jembatan kereta api atau Bangunan Hikmat (BH) No. 259 penghubung antara Stasiun Purwoasri-Kertosono, dan Sembung- Kertosono yang posisinya di KM 95+870 petak jalan antara masuk Kabupaten Nganjuk, yang dilakukan oleh Satuan Kerja Direkorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjenka) wilayah Jawa Timur telah selesai pelaksanaanya.

“Disini PT Kereta Api (Persero) Daop 7 Madiun juga ikut langsung dalam pengawasan dan pengarahan agar selama pekerjaan berjalan selamat, pada prinsipnya kami mendukung checklist pra pelaksanaan wajib dilakukan, dan perjalanan KA tetap berjalan lancar, “ujar Wisnu Pramudyo, Vice President Daop 7 Madiun yang turut memantau langsung pekerjaan tersebut, Selasa (9/4/2019).

Meski telah selesai dan berjalan lancar, dalam pelaksanaanya sempat terganggu dengan cuaca. Yakni, ketika pekerjaan itu dilaksanakan, hujan deras disertai dengan angin kencang mengguyur lokasi setempat.

“Disaat pekerjaan berlangsung, pada jam 00.55 -02.45 WIB dinihari diguyur hujan deras disertai angin kencang. Dan saat itu sempat mengganggu pekerjaan,” Jelas Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun dalam rilis tertulisnya, Selasa (9/4/2019) sore.

Demi kehati-hatian guna keselamatan pekerja serta dampak yg lebih buruk, maka proses pekerjaan ada sedikit penambahan kelambatan yang tadinya dua jam sepuluh menit alokasi waktu kerja bertambah menjadi 17 menit yang akhirnya pada jam 03.07 baru terselesaikan.

“Dalam pantauannya, pekerjaan berjalan relatif lancar, namun saat dilakukan hujan deras mengguyur serta diikuti angin kencang, sehingga pelaksanaanya sedikit molor,”kata Ixfan.

Ia menjelaskan, setelah selesai dan petak jalan dinyatakan aman untuk dilewati, dilakukan uji coba jalur serta jembatan baru dengan menggunakan lokomotif dan 1 gerbong, untuk kemudian jembatan dinyatakan aman. Selanjutnya, pada pukul 04.10 WIB Ka 156 (Singasari) adalah sebagai KA pertama yang melewati jalur dan jembatan baru.

Baca Juga  Pesilat Madiun 'Ngamen" Untuk Korban Bencana Pacitan

Dari pekerjaan tersebut, kata Ixfan, telah berdampak pada kelambatan di beberapa Kereta Api. Untuk itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas kelambatan perjalanan KA.

“Semoga dengan selesainya pekerjaan jembatan (BH 259) yang telah dilaksanakan semoga kedepan bisa lebih meningkatkan pelayanan karena operasional jalur ganda koridor Jombang, Madiun sampai dengan Kedung Banteng segera tersambung, ” pungkas Ixfan. (*)


Editor: Hafid