oleh

Mahasiswa di Jombang Demo Tolak Propaganda Elit Politik

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Aksi demonstrasi mahasiswa menolak adanya propaganda elit politik berlangsung di Jombang. Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) menggelar aksi mimbar bebas di simpang empat Jalan KH Wahid Hasyim depan kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Sabtu (25/5/2019) sore.

Ketua PMII Jombang, Mohammad Irkham, mengatakan, aksi dengan tagline People Power pada 21 – 22 Mei 2019 lalu di Jakarta tidak terlalu parah, karena hanya sedikit di Jakarta. Meskipun juga ada aksi serupa di Sampang, Madura, selain juga di Pontianak.

Bagi organisasinya aksi 22 Mei membuat khawatir, karena seharusnya setelah Pemilu bisa damai dan bergandengan tangan, tapj karena provokasi segelintir elit politik, masyarakat atas dahlil agama mau merusak negerinya sendiri.

“Masyarakat sudah tergerak oleh propaganda tersebut,” kata Irkham kepada awak media.

Pihaknya menolak propaganda elit politik, yang menelan korban jiwa. Kalau masalahnya persoalan hukum, kata dia, harusnya diselesaikan melalui jalur hukum. Kalau tidak puas di Bawaslu bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mengutip dari bahasa salah satu tokoh, ‘KPU akan selalu salah bagi orang-oranf yang kalah’.

“Elit politik mencoba memanasi suasana yang ada,” lanjutnya.

Kelakuan elit politik, menurut Irkham sampai membuat terjadinya polarisasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri). Jangan sampai terjadi polarisasi antara dua institusi tersebut karena alat keamanan negara.

“Kalau sampai dipolarisasi ini berbahaya,” urainya.

Bagi Irkham, seharusnya elit politik dalam situasi sekarang harus saling berkunjung untuk meredam gejolak masyarakat dibawah. Harus ada pertemuan untuk memediasi pertemuan para elit politik.


Editor: Hafid