oleh

Polsek Peterongan Jombang Tangkap Dua Pengedar Pil Dobel L

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Dua orang pengedar Okerbaya (obat jeras berbahaya) berhasil ditangkap anggota unit Reskrim Polsek Peterongan Polres Jombang. Dari kedua pelaku, polisi menyita ratusan butir pil koplo merk dobel L. Kedua pelaku kini dijebloskan ke sel tahanan.

Tersangka adalah kernet bernama Bayu Wisma (30) dan pekerja serabutan bernama Tri Joko Hariyanto(33). Keduanya warga Dusun Pengalangan RT 023 /RW 007, Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa timur.

Kapolsek Peterongan, AKP Sugianto, SH menerangkan, tersangka Bayu ditangkap lebih dulu usai melakukan transaksi pil koplo dibawah fly over (jembatan layang) Peterongan. Saat itu, petugas mengamankan seorang perempuan yang kedapatan membawa pil dobel L sebanyak 16 butir yang dibungkus dengan 2 plastik klip masing-masing berisi 8 butir.

Ketika diinterogasi, wanita itu mengaku membeli dari tersangka Bayu dengan harga Rp 40.000. Seketika itu, anggota bergerak dan menangkap Bayu tanpa perlawanan.

“Tersangka Bayu kita tangkap dibawah Fly over dengan barang bukti uang Rp 50.000 dari hasil penjualan dan 1 buah Hand Phone (HP) merk Xiaomi warna gold yang digunakan sebagai alat komunikasi,” kata Kapolsek, Jumat (17/5/2019).

Foto: Tersangka Tri Joko Hariyanto dan barang buktinya di Polsek Peterongan Jombang. (Foto: Istimewa)

Dari pengkapan Bayu, polisi kemudian mengembangkan. Dalam peneriksaannya, Bayu mengaku mendapat dengan cara membeli pil haram tersebut dari Tri Joko Haryanto. Seketika itu, anggota langsung bergerak menuju rumahnya untuk melakukan penangkapan.

Dari tangan Tri Joko, barang bukti yang diamankan 50 butir pil dobel L yang dikemas dalam 7 plastik klip, 100 plastik klip, uang tunai Rp 380.000 hasil penjualan pil dobel L dan 1 unit HP merk Samsung J2 warna gold beserta simcardnya.

“Pengakuannya, tersangka mendapatkan pil dari seseorang bernama Yono. Saat anggota melakukan penangkapan, Yono tidak ada ditempat dan sudah kabur,” ujarnya.

Baca Juga  Polres Lumajang Gerebek Rumah Petinggi QNet di Kediri

Akibat perbuatannya, kedua tersangka kini menjalani hari-harinya didalam penjara. Keduanya dikenakan pasal 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kasus ini masih kita kembangkan untuk mengungkap pelaku lainnya,” tandas Kapolsek.


Editor: Azriel