oleh

Putra Ketua Mahkamah Agung Meningal Dalam ‘Touring Moge’ di Namibia

JURNALJATIM.COM – Putra Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Mohamad Irfan (41) tahun, meninggal dunia di Namibia, negara di Benua Afrika bagian selatan, akibat kecelakaan sepeda motor gede (moge). Dia mengalami kecelakaan saat menjelajah gurun dan padang savana.

Melansir detik.com, Informasi tersebut disampaikan pihak KBRI Windhoek, Kamis (20/6/2019). Almarhum sedang melakukan touring moge yang dipimpin oleh mantan Wakapolri Komjen (purn) Nanan Soekarna.

Touring di Afrika ini dijadwalkan dari 11 hingga 29 Juni 2019 dengan rute Cape Town- Namibia- Botswana- Zimbabwe- Zambia. Rombongan masuk ke wilayah Namibia pada 16 Juni dan melakukan jelajah gurun serta padang savana di beberapa kota.

Pada 19 Juni, pukul 11.47 WIB, Nanan memberitahu pihak KBRI Windhoek bahwa 2 anggota timnya mengalami kecelakaan moge di daerah Naukluf National Park, 294 km dari Kota Windhoek.

Mobil Polantas dan ambulans kemudian merapat ke lokasi membawa kedua korban menuju rumah sakit terdekat, Maltahohe Hospital, lalu dibawa ke Mariental Hospital.

Kedua korban adalah Mohamad Irfan, yang disebut mengalami patah di bagian leher hingga mengakibatkan meninggal dunia, serta Endyk Bagus Musdyantoko, yang mengalami luka. Belum ada informasi lebih lanjut seperti apa luka yang dialami Endyk, tapi dia masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Mendapat informasi kecelakaan ini, KBRI Windhoek sebanyak 3 orang telah datang ke Mariental Hospital, sekitar 268 km dari Windhoek. KBRI Windhoek membantu menangani korban lebih lanjut.

Saat mengikuti touring, Irfan menaiki BMW GS1200. Irfan merupakan anak pertama dari dua bersaudara di keluarga Hatta Ali. Muhammad Irfan kelahiran 11 November 1978 sebagai Komisaris PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Baca Juga 

Editor: Z. Arifin