oleh

Sekda Pimpin Malam Tirakatan Hari Jadi Ngawi ke- 661 tahun 2019

NGAWI (Jurnaljatim.com) – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar malam tirakatan untuk memperingati jadi Ngawi yang ke 661 tahun 2019. Kegiatan itu dilaksanakan di pendopo Wedya Graha, Kabupaten Ngawi pada Sabtu (6/7/2019) jam 19.30 WIB dengan dihadiri 250 orang.

Acara malam tirakatan tersebut, sudah menjadi rutinitas Pemerintah Kabupaten setempat dan selalu dilakukan menjelang hari Jadi Ngawi. Selain untuk mempererat tali silaturrahmi, kegiatan malam tirakatan dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur warga masyarakat Ngawi kepada Tuhan.

Kegiatan malam tirakatan hari jadi Ngawi ke 661 tahun 2019, dipimpin oleh Sekda Kabupaten Ngawi Drs. Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Msi. Acara tersebut juga dilakukan potong tumpeng, sebagai rasa syukur atas nikmat dan karunia Tuhan.

Hadir diantaranya Ketua DPRD, Dwi Riyanto Jatmiko, perwakilan Forpimda, mubaligh KH. Ibnu Mundir, Kepala OPD, para Camat se-Kabupaten Ngawi, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta pimpinan ormas se-Kabupaten Ngawi.

Sekda Ngawi dalam sambutannya, menyampaikan, dirinya mengajak semuanya untuk berdoa bersama agar Ngawi lebih maju dan berkembang. Selain itu, situasi sosial politik harus di kondusifkan, agar pembangunan dapat berjalan dengan baik.

“Target visi misi bupati dan wakil bupati pada tiga prioritas yaitu pengurangan kemiskinan, pelayanan dasar yaitu Pendidikan dan Kesehatan, serta pembangunan ekonomi rakyat dapat tercapai,”ujar Sodiq.

Menurut Sekda, pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintahan Daerah tidak hanya pembangunan fisik saja, akan tetapi juga pembagunan non fisik. Itu merupakan sebuah target yang mulai direalisasikan.

“Kami mengucapkan terimakasih banyak atas dukungan dan gotong royong masyarakat dalam rangka mensukseskan kepemimpinan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Ngawi,”pungkasnya.

Sebelumnya, pendopo Wedya Graha juga diadakan jamasan pusaka yang merupakan ritual rutin HUT Kabupaten Ngawi. Acara ritual budaya jamasan pusaka itu meliputi dua buah tombak antara lain Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit serta dua payung yakni Tunggul Wulung dan Tunggul Warono. Kegiatan seperti itu dilakukan setiap tahun menjelang peringatan berdirinya Kabupaten Ngawi.

Baca Juga  Mayat Bertato Ditemukan di Kebun Singkong Kedungkandang

Editor: Azriel