oleh

AKP Mukid Paparkan Modus Baru Pengedar Pil Koplo ke Ponpes Tebuireng

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Banyak modus dan sarana yang digunakan para pengedar untuk mengedarkan barang haram Narkoba. Terbaru, dengan menggunakan rokok. Cara itu untuk mengelabuhi orang-orang sekitar, termasuk polisi.

Demikian disampaikan oleh Kasat Reserse Narkoba Polres Jombang, AKP Mochamad Mukid saat melakukan penyuluhan tentang bahaya Narkoba di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Rabu (14/8/2019) siang.

Hadir dalam sosialisasi dan penyuluhan itu, diantaranya, Wakil Ketua Pengurus Ponpes Tebuireng, KH. Agus Habib (Gus Habib), sejumlah siswa dan santri Tebuireng serta anggota Polsek Diwek Jombang.

FOTO: Ziarah ke makam KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Zainul Arifin/Jurnaljatim.com)

Mukid memaparkan, saat ini, yang perlu diwaspadai modus penyebaran narkoba, terutama pil koplo jenis dobel L, melalui rokok. Yakni, satu batang rokok, dalamnya yang berisi tembakau diganti dengan isi pil koplo.

“Satu batang rokok ini, tembakaunya dibuang lalu diisi pil koplo yang memuat 10 butir. Ini adalah salah satu modus terbaru,” kata AKP Mukid sembari mencontohkan modus baru tersebut dihadapan siswa dan santri yang hadir dalan pertemuan tersebut.

Modus itu, kata Mukid, terungkap dari pengakuan salah satu tersangka pengedar pil koplo beberapa waktu lalu. Kata Mukid, 1 butir pil haram tersebut harganya Rp 5 ribu, jika satu batang rokok berisi 10 butir, maka harga jualnya Rp 50 ribu.

“Pesan saya, tolong untuk diwaspadai jika ada anak-anak atau santri yang kedapatan merokok. Sebab, rokok tidak berisi tembakau, tapi isinya sudah diganti pil koplo,” kata perwira pertama asal Kediri ini.

Mukid juga menyampaikan, peredaran narkoba di Kota Santri sangat luar biasa dan masuk ke semua kalangan, tak terkecuali Pondok pesantren. Maka dari itu, ia berharap, para pengurus pondok untuk lebih ketat mengawasi santri dan santriwatinya dalam pergaulan.

Baca Juga  Ramadan 1440 H, Pengusaha Muslim di Sidoarjo Iuran Santuni Anak Yatim

“Jangan sampai, santri dan santriwati terjerumus kedalam Narkoba karena salah pergaulan. Apabila ada indikasi penyalahgunaan Narkoba, untuk segera melaporkan kepada kami. Karena, pencegahan itu lebih baik dari pada mengobati,” tandas AKP Moch Mukid.

Sementara itu, Gus Habib, menyampaikan terimakasih atas sosialiasi dan pemahaman Narkoba dari Satresnarkoba Polres Jombang. Menurut dia, sosialisasi itu sangat penting, agar para santri terhindar dari peredaran gelap Narkoba.

“Ini merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kami. Karena, Narkoba itu merusak generasi bangsa. Dan kami akan terus mengawasi para santri Pondok,” ujar Gus Habib.

Diakhir sosialisasinya, AKP Mukid menyerahkan kaset DVD kepada Gus Habib. Harapannya, kaset berisi lagu-lagu ciptaannya tentang bahaya Narkoba diputar dan didengarkan oleh murid, serta santri dan santriwati Ponpes Tebuireng, Jombang.

Usia acara, AKP Mukid dengan rombongan bersama Gus Habib melakukan ziarah ke makam Hadratus Syekh KH. Hasyim Asyari dan KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang berada di lokasi pondok tersebut.


Editor: Azriel