oleh

Karnaval di Kecamatan Kendal, Paguyuban Batu Pentas Teater Warok Ponorogo

NGAWI (Jurnaljatim.com) – Paguyuban Batu se-Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi turut andil meramaikan kegiatan Karnaval dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 di Kecamatan Kendal. Tampilanya, memukau ribuan penonton di sepanjang jalan Raya Majesem-Kendal, Rabu (21/8/2019).

Penampilan yang memukau pentas teaterikal “Warok Ponorogo”. Teatrikal menggambarkan perjuangan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini, dengan cara menguri-uri kebudayaan yang ada.

Ketua Pabuyuban Batu Kecamatan Kendal, Suparni, saat ditemui oleh wartawan Jurnaljatim.com, mengatakan, paguyubannya ikut serta dalam karnaval tersebut merupakan wujud semangat warga dalam mengisi kemerdekaan.

“Paguyuban Batu Karya Muda ini adalah sebuah wadah yang dibuat oleh pemuda dalam rangka menyalurkan bakat terpedam dan pada tahun ini kami bersepakat ikut serta dalam karnaval dalam rangka peringatan HUT ke-74,”katanya.

Setelah mengikuti karnaval di tingkat Kecamatan, pihaknya juga akan tampil kembali di Dusun Wonorejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Ngawi yang rencananya dilaksanakan pada 24 Agustus 2019 lusa mendatang.

“Tak cukup disini, nanti akan melakukan peringatan HUT RI ke-74 ini dengan mendatangkan Reog Ponorogo besuk tanggal 24 Agustus 2019, sebagai wujud melestarikan seni dan budaya Indonesia,”ujarnya.

Selain tampilan dari Paguyuban Batu, para peserta lain juga tampil dengan berbagai kreasi yang menarik. Diamtaranya, penampilan dengan memakai gaun yang terbuat dari sampah plastik dan koran. Sejumlah penonton yang terkesima, langsung mengabadikan dengan kamera ponselnya.

Camat Kendal, Kusnu Heri Purwanto, SE,MM saat diwawancarai, mengatakan, dalam penampilan tahun ini, para peserta sangat kreatif dan inovatif dengan menampilkan budaya lokal dan kekinian. Selain itu, tampilan para peserta juga terdapat pesan moral.

“Peserta Karnaval dari sekolahan menampilkan berbagai kreasi dengan membawa pesan moral contohnya peserta menggunakan pakaian dari daur ulang sampah plastik dan kertas dibuat menjadi baju,”ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Jatim Kunjungi Korban Banjir Ngawi

Editor: Hafid