oleh

Pemkab Jombang Tindaklanjuti Hasil Eskavasi Arkeologi Situs Sumberbeji

JOMBANG (Jurnaljatim.com) Pemerintah Kabupaten Jombang akan menindaklanjuti hasil Survey Penyelamatan Situs Sumberbeji di desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa timur, sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, usai menerima laporan hasil eskavasi arkeologi situs Sumberbeji oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Trowulan, yang disampaikan oleh Andi Muhammad Said, M. Hum di ruang pertemuan Swagata Pendopo Kantor Pemkab Jombang (7/8/2019).

Bupati menerima laporan tersebut, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, drg. Budi Nugroho, MPPM, Kepala Dispora Hadi Siswaji, kepala OPD terkait serta Kepala Desa setempat.

Pada kesempatan itu, Bupati Jombang juga menyaksikan penandatanganan dan penyerahan berkas Pendaftaran Situs Sumberbeji Sebagai Cagar Budaya Kabupaten Jombang yang diserahkan oleh Tim EkskavasiSitus Sumberbeji dari BPCB Jawa Timur kepada kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang untuk ditindaklanjuti sebagai syarat pemberkasan penetapan Cagar Budaya Peringkat Kabupaten.

Andi Muhammad Said, kepala BPCB Provinsi Jawa Timur, menyampaikan, bangunan nirip kanal Zaman Majapahit yang ditemukan warga, dari hasil survey selama lima hari, perkiraan sementara adalah bangunan bersejarah yang mirip dengan Candi Tikus yang ada di Trowulan dan yang ada di Magetan.

“Berdasarkan bata merah kuno yang digunakan, bangunan mirip saluran air atau kanal itu diduga diperkirakan berasal dari Masa Majapahit abad 13-15 Masehi,” terangnya.

Menurut dia, itu didasarkan pada tiga aspek, yaitu tipologi bata penyusun struktur Petirtaan, Temuan Lepas Hasil Kegiatan Survey Penyelamatan, Sebaran Cagar Budaya di Kabupaten Jombang, yakni masa Raja Perempuan Mojopahit Tribuwana Tunggadewi disetiap sisinya ada pancurannya.

Pihaknya berharap, temuan itu terus dideteksi dan dikaji hingga nampak bentuk utuhnya. Tentu saja, kata dia, hal itu tidak akan selesai pada tahun 2019 ini, karena harus didaftarkan dan ada penetapan status cagar budaya.

Baca Juga  Pawai Budaya Jadi Penutup Rangkaian Hari Jadi Sidoarjo ke-160

“Maka perlu ada Tim Ahli, SK Bupati bahkan mungkin perlu adanya peraturan daerah pengelolaan cagar budaya,” pungkasnya.


Editor: Hafid