oleh

Pulang Dari RS, Buruh Tani Nganjuk Gantung Diri di Dapur Rumah

NGANJUK (Jurnaljatim.com) – Roni (31), buruh tani, asal Desa Ngepung, RT 001 RW 006, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri alias kendat didalam rumah orang tuanya. Kejadian yang menggemparkan warga sekitar, kemudian di laporkan ke Polsek Patianwowo Polres Nganjuk.

Informasi yang dihimpun Jurnaljatim.com, kali pertama yang mengetahui korban gantung diri adalah ayahnya sendiri bernama Sajari (65). Peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/8/2019) jam 05.00 WIB. Alat yang digunakan yakni tali tampar berwarna biru.

“Saat itu, sekitar pukul 03.30 WIB, ayahnya bangun tidur dan melihat anaknya tidak ada di kamar. Setelah dicari, ternyata ditemukan gantung diri di ruangan dapur rumah dengan menggunakan tali tampar warna biru,” kata Kapolsek Patianrowo AKP Joni Suprapto kepada Jurnaljatim.com.

Anggota Polsek bersama tim Inafis Polres Nganjuk dan petugas medis mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan dan visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban.

“Dari keterangan saksi, korban diduga gantung diri karena mengalami gangguan kejiwaan atau depresi. Korban juga keluar dari rumah sakit jiwa Rejoso kemudian dirawat lagi di RSUD Kertosono dan baru pulang dari rawat inap RSUD Kertosono pada Senin (5/8/2019) kemarin,” terangnya.

Kapolsek menambahkan, Orang tua korban menolak dilakukan otopsi dengan membuat pernyataan yang ditandatangani orangtua dan keluarga. Selanjutnya, jenasah diserahkan kepada keluarga untuk di makamkan.


Editor: Z. Arifin