oleh

Mayat Ibu Dan Bayi Ditemukan Membusuk di Perum Pepelegi Indah Sidoarjo

SIDOARJO (Jurnaljatim.com) – Penemuan dua sosok mayat yang sudah membusuk, membuat gempar seluruh warga Perum Pepelegi Indah, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah sangat memprihatinkan.

Menurut informasi, mayat tersebut seorang perempuan dengan seorang bayi yang masih ada ari-arinya yang menempel pada tali pusar dan belum terpotong. Posisi antara perempuan dan bayi berdekatan.

“Diduga, mayat wanita ini baru melahirkan dan tidak tertolong,” ucap Zainul Alim (49) saat dilokasi, Jumat (20/9/2019).

Pertama kali yang menemukan mayat tersebut, kata Zainul, adalah seorang pemulung di kavling blok H tanah kosong, semak-semak, Perum Pepelegi Indah Waru Sidoarjo. Waktu itu, pemulung sedang mencari barang bekas di sekitar lokasi tanah kosong tersebut. Karena mencium bau busuk yang menyengat, dirinya mencari asal muasalnya.

Pemulung itu kaget, setelah melihat dua sosok mayat yang warna kulitnya sudah berubah hitam kebiruan, dan melembung serta terlihat ada belatungnya. Bau busuk juga keluar dari kedua jasad mayat tersebut.

“Pemulung itu memberitahukan kepada kami dan selanjutnya dilaporkan ke Polisi,” jelasnya.

Tidak lama kemudian, petugas kepolisian datang ke lokasi dan melakukan evakuasi terhadap kedua jenazah. Petugas langsung membawa dua mayat itu ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi.

Dari pemeriksaan RS Bhayangkara Polda Jatim, identitas korban diketahui bernama Ririn (34) warga dusun Tanjunganom RT 01/12 desa Tegowangi Plemahan Kediri. Sedangkan bayinya berjenis kelamin laki-laki dan berusia sekitar 4 hari.

“Diduga korban meninggal karena kehabisan darah saat melahirkan dan di tubuh korban tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan atau kekerasan,” Kata Kanit Reskrim Polsek Waru, Polresta Sidoarjo, Iptu Untoro.

Ia menambahkan, hingga saat ini kedua jenasah korban masih berada di RS Bhayangkara Polda Jatim dan pihak keluarga sudah di hubungi oleh petugas.

Baca Juga  Nahas, Pemotor Asal Gempol Tewas, Dihantam Ban Truk Lepas

Editor: Hafid