oleh

Peduli Penyakit Autoimun, Tiga Lembaga Seminar Edukasi di Surabaya

SURABAYA, (Jurnaljatim.com) – Tiga lembaga peduli perempuan dan anak, Clerry Cleffy Institute (CCU), Marisza Cardoba Foundation (MCF), dan Firda Athira Foundation (FAF) mengadakan seminar edukasi tentang penyakit autoimun yang kini menjadi epidemi di berbagai belahan dunia. di Hotel Vasa Jalan HR Muhammad, Surabaya. Minggu (1/9/2019).

Pendiri dan Direktur CCU, Dwi Prihandini, mengatakan, kegiatan yang dikemas dalam bentuk seminar dengan tema ‘Autoimun Berbagi Bahagia (ABB), Weekend Market’ tersebut juga digelar di sepuluh kota besar di Indonesia.

“Dan Surabaya sendiri merupakan kota kelima, yang menjadi lokasi kegiatan Autoimun Berbagi Bahagia,” jelas Dwi Prihandini di Surabaya, Minggu (1/9/2019).

Tujuan digelarnya acara tersebut, tak lain untuk menyampaikan pesan bahwa ada satu gejala penyakit yang tak bisa dianggap sepele. Yang dianggap telah menjadi epidemi, hampir diseluruh belahan dunia. Yakni, Autoimun.

Autoimun, adalah sebuah kondisi kesehatan dimana sistem kekebalan tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan antara zat asing yang dianggap asing, dan membahayakan tubuh, dengan bagian tubuh penderitanya. Sehingga menyebabkan masalah kesehatan kronis, bahkan kematian, jika menyerang organ yang memiliki peran vital.

Marisza Cardoba, pendiri MCF menambahkan, jumlah penderita penyakit Autoimun sudah sangat mengkhawatirkan. Ia menyebut, 15,5 persen dari jumlah penduduk atau 50 juta jiwa di Amerika Serikat, menderita penyakit Autoimun.

“Dan itu 80 persennya adalah perempuan diusia produktif,” imbuhnya.

Menurut Marisza, banyaknya penderita Autoimun di seluruh dunia, akibat dari bergesernya pola makan dan gaya hidup yang serba instan. Sehingga, ia mengajak masyarakat supaya kembali menerapkan pola makan dan gaya hidup yang sehat.

“Ini konsep hidup sehat yang sebetulnya sudah sangat kurang, kami rasakan di Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga  Sebentar Lagi, Ponsel Ilegal Bakal Diblokir

Selain itu, acara digelar juga untuk membangkitkan semangat masyarakat, agar lebih mengenal dan menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh. Sekaligus memberikan dukungan kepada Orang Dengan Autoimun (ODAI), supaya tetap aktif dan berdaya. Yaitu dengan cara, memberikan pelatihan keterampilan dan modal usaha.

“Kami melalui program ini memilih 15 orang, disetiap kota untuk diberikan bantuan tunai modal usaha. Total 150 orang. Total menerima Rp2,5 juta per orangnya. Tapi misal diuangkan total masing-masing mungkin menerima hingga sekitar Rp10 juta,” lanjutnya.

Para ODAI diberi pelatihan cara membuat aneka makanan serta produk rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis. Nantinya, produk-produk tersebut akan dipamerkan dalam acara talkshow. Masyarakat pun dinilai antusias menyambut program ini.

Kedepan, pihaknya juga berharap kepada semua kalangan supaya turut andil, mendorong program-program yang dilakukan ketiga lembaga peduli perempuan dan anak tersebut, khususnya seputar Autoimun. Terutama kepada pemerintah, agar membantu dalam hal pendataan jumlah penderita penyakit Autoimun di seluruh Indonesia.

“Kami berharap bisa menggandeng sebanyak-banyaknya akademisi, kalangan bisnis atau swasta, komunitas, pemerintah dan juga media untuk membantu suksesnya program kami,” tutupnya.


Editor: Hafid