oleh

Warga Desa Kedungrejo Sidoarjo Demo Kasus Dugaan Pencabulan

SIDOARJO, Jurnaljatim.com – Ratusan warga Kedungrejo, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, menggeruduk balai desa setempat. Mereka menuntut, agar segera memproses AR pengasuh Pondok putri, yang diduga telah berbuat tidak senonoh pada santriwatinya.

Selain itu, warga juga menuntut agar Ponpes tersebut segera di tutup. Karena hal itu, telah mencoreng nama baik desa dan warga sekitar.

Menurut informasi, peristiwa tersebut terjadi sekitar empat tahun silam, dan mencuat serta terdengar dari mulut ke mulut warga setempat. Warga merasa risih dan tak kunjung ditanggapi, hingga akhirnya melakukan aksi demo.

“Warga sudah tidak sabar dan resah, akibat ulah AR. Untuk itu, kami meminta keadilan,” ucap M. Ghofar warga setempat saat melakukan aksi, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, sebagai seorang pengasuh pondok, tidak seharusnya melakukan hal yang dilarang oleh agama. Apalagi, korbannya ada sekitar empat orang santriwati.

“Mungkin saja lebih dari empat mas, karena mereka tidak berani mengaku,” ungkapnya.

Ghofar juga mengatakan, pihak perwakilan dari pondok sudah menyampaikan bahwa kegiatan pondok sudah dihentikan untuk sementara. Namun warga meminta, pondok tersebut ditutup.

“Warga meminta pada pihak Polresta Sidoarjo dan instansi terkait, untuk segera menutupnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jabon AKP Sumono yang ada di lokasi mengatakan, kasus tersebut sudah masuk dan ditangani oleh unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo.

“Kita tunggu hasil penyidikan petugas. Untuk itu, warga kami minta untuk bersabar,” paparnya.

Dari hasil mediasi dan kesepakatan bersama, antara warga setempat dan perwakilan ponpes serta pemerintahan desa, aktifitas ponpes telah dihentikan hingga kasus itu selesai.


Editor: Azriel