oleh

Cek Urine 617 Pegawai ASN Pemkab Jombang Ada Yang Positif

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Ratusan pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemkab Jombang diambil sample air kencingnya oleh petugas BNNK Mojokerto bersama Satuan Resnarkoba Polres Jombang. Cek urine tersebut dilakukan untuk nencegah peredaran gelap Narkotika di kalangan ASN.

Satu persatu pegawai diambil urine lalu dimasukkan ke dalam sebuah wadah yang telah di siapkan. Para pegawai membuang air kecil di toilet khusus dan diawasi petugas. Setelah air kencing diambil, kemudian dimasukan alat deteksi narkotika 6 parameter. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Bupati Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah.

Bupati Jombang, Mundjidah wahab mengatakan, kegiatan itu dilakukan untuk mendukung peredaran Narkoba di Kota santri Jombang. Sebab, Narkoba telah merusak generasi bangsa. Menurut Mundjidah, daerah yang dipimpinnya masuk peringkat ke lima di jawa timur.

“Tes urine ini upaya membendung peredaran narkoba di kalangan ASN. Jangan sampai pegawai ada yang terkena Narkoba,” kata Bupati.

Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi menambahkan, peredaran Narkotika di Jombang sangat luar biasa. Bahkan, pihaknya sempat beberapa kali menangkap pengedar Narkotika Sabu di wilayah Kabupaten Jombang dengan barang bukti yang tidak sedikit.

“Kami pernah melakulan penangkapan di exit tol Jombang-Kertosono (Joker) dan wilayah Mojoagung Jombang. Barang buktinya lumayan banyak,”ujar Suharsi.

Dirinya berharap, perang terhadap Narkoba didukung oleh semua lapisan masyarakat, diantaranya dukungan dari Pemkab Jombang. Selain itu, turut membantu mensosialisasikan dampak dan bahaya Narkoba.

“Saat ini ada 10 orang dari Jombang yang kami rehabilitasi. Usianya masih terbilang muda,” tandas Suharsi.

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polres Jombang, AKP Mochamad Mukid, mengungkapkan, jumlah ASN yang di mengikuti tes urine di Aula SMKN 1 Jombang sebanyak 617 orang pegawai struktural dari berbagai OPD di Pemkab Jombang.

“Pelaksananya dari Kesbangpol Pemkab Jombang. Kami bersama BNNK melakuķan pendampingan dan pengawasan,” ujar Mukid kepada Jurnaljatim.com, Rabu (30/10/2019).

Dari ratusan orang pegawai yang di tes urine, kata Mukid, ditemukan enam orang pegawai yang positif mengandung Benzo dikarenakan mengkonsumsi obat asma dan alergi. Menurut dia, obat itu tidak mengandung Narkotika.

“Ada yang positif mengandung benzo karena mengkonsumsi obat. Secara keseluruhan Negatif Narkotika,” tandasnya.

Ia menambahkan, kegiatan cek urine akan terus dilakukan dan secara berkala. “Kegiatan cek urine seperti ini, hanya dilakukan di Jombang. Tujuannya sangat bagus, yakni mencegah penyalah gunaan Narkotika disini.


Editor: Hafid