oleh

Ditjen Perkeretaapian Operasionalkan Jalur Ganda, Bangun 5 Stasiun Baru

JAKARTA (Jurnaljatim.com) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mengoperasikan Jalur Ganda Lintas Selatan antara Madiun Kedung Banteng, Segmen Babadan- Geneng sepanjang 28,7 km, Rabu (16/10/2019).

Selain membangun jalur ganda di ruas Madiun-Kedung Banteng, Ditjen Perkeretaapian juga membangun 5 stasiun baru, 37 jembatan baru, 39 unit box culvert, melakukan pekerjaan persinyalan, dan telekomunikasi.

Ke-lima stasiun yang dibangun adalah Stasiun Barat, Stasiun Geneng, Stasiun Paron, Stasiun Kedunggalar, dan Stasiun Walikukun.

“Ada banyak manfaat yang bisa diraih dari pembangunan ini, yakni mempersingkat waktu tempuh, meningkatkan kapasitas operasi kereta api, dan meningkatkan pelayanan mobilitas orang dan barang,” kata Heru.

Selain meningkatkan kapasitas dan frekuensi perjalanan KA menjadi dua kali lipat, jalur ganda juga bisa mengatasi masalah darurat yang bisa muncul setiap saat.

“Misalkan terjadi sesuatu di salah satu rel, rusak atau ada kereta anjlok, kereta yang lain masih bisa beroperasi. Selama ini, jika terjadi sesuatu pada rel, kami melakukan pengalihan jalur, sehingga perjalanan lebih jauh,” ujar Direktur Prasarana Perkeretaapian Heru Wisnu Wibowo, Rabu (16/9/2019).

Jalur yang menjadi bagian dari lintas Surabaya-Solo tersebut, merupakan Proyek Strategis Nasional. Oleh karena itu pengoperasiannya sangat ditunggu karena memberikan dampak positif yang sangat besar bagi masyarakat dan perekonomian negara.

Sebelum pengoperasian jalur ganda ini, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Ditjen Perkeretaapian bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), telah melakukan uji beban jalur baru dari Babadan sampai dengan Geneng sebanyak dua kali.

Pada uji beban yang pertama, masih ada beberapa temuan yang harus diperbaiki. Sementara pada uji beban kedua, sudah berjalan dengan baik dan hanya ditemukan masalah minor.

Baca Juga  Polres Banyuwangi Amankan 26 Penumpang Bus Lorena Tujuan Jakarta

Sementara itu Kepala Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jawa Bagian Timur Nur Setiawan Sidik mengatakan, pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa yang berada di wilayah kerjanya terbagi dua paket.

Paket pertama Jalur Ganda Jombang Madiun (JGJM) sepanjang 84 kilometer yang sudah dioperasionalkan sejauh 54 kilometer mulai dari Stasiun Baron sampai dengan Stasiun Babadan, sementara untuk Stasiun Jombang sampai dengan Baron akan menyusul berikutnya. Sedangkan untuk paket kedua adalah Jalur Ganda Madiun Kedungbanteng (JGMK) sepanjang 57 Kilometer.

Jalur KA Jombang- Madiun termasuk jalur yang padat. Dalam sehari dilalui sekitar 118 KA. Perinciannya, 56 KA melalui jalur Kertosono-Madiun dan 62 KA melalui jalur Jombang-Kertosono.

Di Lintas tersebut terdapat sekitar 7 perlintasan resmi terjaga, 9 perlintasan tak terjaga tetapi menggunakan Early Warning System (tanda KA akan lewat), 4 perlintasan tak terjaga tanpa EWS, 1 jalan layang, dan 2 terowongan (underpass).

Menurut Nur, pembangunan jalur ganda sangat menguntungkan dari berbagai aspek. Selain perjalanan antardaerah menjadi lebih singkat, penggunaan transportasi massal kereta api juga dapat mengurangi kemacetan dan menurunkan angka kecelakaan, disamping itu juga dapat menekan penggunaan minyak bumi untuk bahan bakar kendaraan. Proyek ini juga bisa mengurangi pengangguran.

“Pekerja lapangan dan administrasi berasal dari warga sekitar,” sebutnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga telah menyelesaikan pembangunan dan mengoperasikan jalur ganda antara Jombang-Madiun untuk segmen Baron-Nganjuk-Babadan sepanjang 50,9 kilometer. Jalur itu sudah beroperasi sejak Maret 2019 lalu.


Editor: Hafid