oleh

Pasca Insiden di Kendari, Kapolresta Sidoarjo Kumpulkan Ketua BEM

SIDOARJO, (Jurnaljatim.com) – Pasca insiden meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam aksi unjukrasa di kantor DPRD setempat, Kapolresta Sidoarjo mengumpulkan para Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) se Kabupaten Sidoarjo, yang dikemas ngopi bareng di Balkoni Cafe, Kapolresta Sidoarjo dan Ketua BEM.

Diantaranya, BEM Unusida, BEM Umsida, Unsuri, Umaha, BEM Al Khoziny dan STKIP, Akper Cendekia, BEM Stanim dan Sekretariat Aliansi BEM Sidoarjo serta pengurus HMI Sidoarjo dan lainnya.

Haidar dari PMII Sidoarjo mengatakan, para mahasiswa hadir di acara diskusi tersebut tak lain adalah untuk bicara dan membahas persoalan yang terjadi akhir-akhir ini di tanah air, termasuk peristiwa yang menelan korban mahasiswa.

“Kami juga membahas, perkembangan meninggalnya rekan-rekan mahasiswa di Kendari dan lainnya,” ujarnya, Selasa (1/10/2019) malam.

Untuk diketahui, dua mahasiswa yang meninggal yakni Imawan Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Muhammad Yusuf Program Vokasi.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho menyampaikan, sikap mahasiswa di Sidoarjo telah mampu dan saling menjaga ketertiban dan kondusifitas.

Nantinya, lulusan Akpol 1997 tersebut juga membuka ruang komunikasi 24 jam bagi para mahasiswa. Sehingga, komunikasi dua arah antara Polri dan mahasiswa terjalin dengan efektif.

“Kami berupaya untuk menjaring aspirasi mahasiswa. Tetap jaga ketertiban, dan kondusifitas wilayah Sidoarjo,” tandasnya.


Editor: Hafid