oleh

Polres Lumajang Gerebek Rumah Petinggi QNet di Kediri

KEDIRI (Jurnaljatim.com) – Sebuah rumah yang berada di Jalan Agrowilis Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, digerebek oleh petugas Kepolisian Resort Lumajang. Rumah tersebut diduga milik salah satu petinggi PT QNet, Kamis (3/10/2019).

Pemeriksaan itu merupakan pengembangan proses penyelidikan setelah mengungkap kasus usaha dengan sistem piramida yang dilakukan petugas Polres Lumajang.

Didalam rumah tersebut, petugas melakukan penyisiran setiap sudut bangunan rumah. Petugas berhasil menemukan beberapa barang diduga digunakan untuk melakukan bisnis berbasis game online. Diantaranya, laptop dan printer serta beberapa buku yang sudah dibakar di belakang rumah. Laptop tersebut ditaruh dalam tas dan dibuang di tumpukan daun kering.

Setidaknya ada sepuluh pekerja yang diperiksa oleh petugas, dua laki-laki mengaku bertugas sebagai pengurus taman, satu laki-laki bekerja sebagai kebersihan, satu laki-laki lainnya mengurus keamanan rumah.

Saat dilakukaan pemeriksan isi tas, ditemukan dompet dan buku rekening yang tertera saldo mencapai Rp 110 juta. Buku rekening itu milik perempuan yang diperiksa oleh petugas.

Pengakuannya, uang tersebut bukan dari hasil bekerja di rumah tersebut karena baru dua bulan terkahir. Uang tersebut diperoleh dari hasil penjualan mobil dan akan digunakan sebagai biaya operasi ibunya yang sedang sakit tanggal 26 Oktober nanti.

Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hasran menjelaskan, penyidik tim cobra dari Polres Lumajang didampingi tim dari Polresta Kediri melakukan kegiatan penggeledahan yang diduga sebagai kantor PT Amoeba.

“Kita sudah melihat tadi ada sejumlah barang yang ditemukan di salah satu ruang, ini diduga kantor dari pada amoeba dan juga tempat presentasi yang ada di belakang,” kata Hasran.

Dari hasil kegiatan, kata Kasat Reskrim, petugas menemukan sejumlah dokumen dan formulir yang menggambarkan Amoeba melakukan bisnis skema piramida.

“Dan ini juga kita amankan sementara ada sejumlah laptop yang pada saat kita masuk tadi itu sempat dibuang di belakang rumah dengan maksud untuk menghilangkan barang bukti, dan sudah kita temukan,” ujarnya, Jumat (4/10/2019).

Dari enam perempuan yang bekerjan di rumah, lanjutnya, tiga lainnya merupakan operator dan diduga mengetahui kegiatan usaha tersebut serta beberapa dokumen ditemukan petugas dalam keadaan terbakar.

“Informasi dari pekerja yang ada di sini, yang bersangkutan sudah meninggalkan rumah sejak tiga minggu lalu. Kami mendapat surat pemberitahuan, kalau yang bersangkutan sedang sakit dan berada di Malaysia,” tandas mantan Kasat Resnarkoba Polres Jombang.


Editor: Hafid