oleh

Unik, Polres Jombang Apel Hari Santri 2019 Pakai Sarung&Kopyah

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Apel unik dilaksanakan di Kepolisian Resort Jombang. Seluruh personel mengenakan atribut khas santri, yakni menggunakan peci warna putih serta bersarung. Sementara para Polwan, memakai kerudung putih untuk memperingati hari santri yang jatuh hari ini, Selasa (22/10/2019).

Apel tersebut dipimpin Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kemudian Perwira Upacara, AKP Mochamad Mukid selaku Kasat Resnarkoba dan Komandan Upacara AKP Dwi Basuki Nugroho dari Kasat Sabhara.

Turut diikuti, sejumlah tokoh agama setempat, antara lain Ketu MUI KH Kholil Dahlan, Ketua PCNU KH Salmanuddin Yazid serta DR. IR Abul Malik, Ketua Muhammadiyah Kabupaten Jombang.

Ratusan anggota Polres Jombang yang menjadi peserta apel, berbaris rapi di lapangan Mapolres setempat. Bagi Polki (Polisi Laki-laki) memakai kopyah putih dan bersarung, sedangkan Polwan mengenakan kerudung putih.

Penggunaan atribut khas santri tersebut sebagai wujud pengakuan dan legitimasi pemerintah terhadap jasa santri maupun ulama dalam keikutsertaannya untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, sebagai bentuk dukungan terhadap santri.

Kapolres Jombang, AKBP Boby Pa’ludin Tambunan mengatakan, pemakaian kostum khas santri tersebut diharapkan bisa meresap kepada para anggota Polres Jombang dan mampu meningkatkan keimanan anggota sehingga dapat bantu melaksanakan tugas mereka sehari-hari.

“Kami gunakan peci dan kerudung putih bagi polwan sebagai bentuk dukungan polri dalam memperingati hari santri yang jatuh pada hari ini,” kata Kapolres.

Menurut dia, santri memiliki peran yang begitu besar dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Kita sadari sejarah mencatat peran santri besar merebut, mempertahankan kemerdekaan. Semoga apresiasi bisa memberikan hal posiitf untuk terus menggelorakan peran santri untuk mengisi pembangunan bangsa,” kata mantan Kapolres Bangkalan.

Ia meminta, kedepan santri tidak hanya memiliki kemampuan di bidang agama saja, namun juga kemahiran di bidang intelektual. Sehingga mereka memiliki peran didalam mengisi dan melanjutkan pembangunan nasional.


Editor: Hafid