oleh

Kapolresta Sidoarjo: Kapolsek Tak Mampu Kelola Kamtibmas Diusulkan Mutasi

SIDOARJO, (Jurnaljatim.com) – Semakin dekatnya agenda politik di Kabupaten Sidoarjo, yakni Pilkades dan Pilbup serentak tahun 2020 mendatang. Tentunya, suhu politik semakin tinggi dan memanas, baik itu di tingkat atas maupun di tingkat bawah.

Untuk itu, Polresta Sidoarjo mengajak semua pihak agar bisa menjaga situasi kamtibmas di tengah masyarakat agar tetap aman dan kondusif. Selain itu, Polresta Sidoarjo juga sudah membentuk tim satgas anti botoh atau judi.

“Tantangan kita kedepan semakin berat. Oleh sebab itu, kita mengajak semua unsur untuk saling bekerjasama,” ucap Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho usai acara silaturrahmi tiga pilar di hotel Utami Juanda, Rabu (27/11/2019).

Kapolresta, menegaskan, pihaknya tidak akan pandang bulu dalam menindak segala macam bentuk perjudian atau botoh. Sebab, itu berpotensi merusak demokrasi dan menimbulkan kericuhan di tengah masyarakat. Apabila dalam pelaksanaan Pilkades menemukan adanya politik uang atau bentuk judi, masyarakat diminta segera lapor.

“Kalau tidak ingin kami tindak tegas dan kami tangkap, jangan sekali-kali untuk mencoba,” tegasnya.

Lebih jauh, Kapolresta juga menegaskan pada semua jajaran, jangan sampai ada perjudian di wilayah hukum Sidoarjo. Karena itu melanggar UU, aturan formal dan aturan agama. Karena sudah banyak komplin dari masyarakat, kami harapkan pada Kapolsek jajaran untuk menutup segala macam perjudian.

“Kalau tidak mampu, saya yang akan menindaknya. Bila perlu, kita usulkan pindahkan para Kapolseknya. Karena, tidak mampu mengelolah situasi Kamtibmas di wilayahnya,” pungkasnya.


Editor: Hafid