oleh

Marak Kekerasan, Kementerian PPPA Jadikan Jombang Projek Pesantren Ramah Anak

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) Dodik Muhammad Hidayat menyebut, Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Kecamatan Peterongan, Jombang, layak menjadi pilot projek pesantren ramah anak.

Kabid Partisipasi Organisasi Keagamaan Asisten Deputi Kementerian PPPA, Dodik Muhammad Hidayat di Pemkab Jombang, Senin (18/11/2019) mengatakan, Kabupaten Jombang merupakan kabupaten yang terpilih sebagai model/panel project Pesantren ramah anak di Jawa Timur.

Penetapan itu, berdasarkan hasil asesment yang lakukan, bahwa Pesantren Darul ulum itu ditetapkan sebagai perwakilan dari Jawa Timur sebagai model.

“Pesantren ramah anak harus ada, karena kekerasan terjadi di semua aspek, semua lembaga, termasuk di pesantren, padahal kekerasan itu seharusnya tidak boleh terjadi lagi. Persebaran kasus kekerasan di lingkungan pondok pesantren, 2017 sampai 2019 masih cukup tinggi dan datanya sudah dirilis secara resmi dan ini bisa diakses di internet,” ujarnya.

Menurut dia, tingkat kekerasan di Jawa Timur paling tinggi dengan 16 kasus, baik kekerasan seksual maupun kekerasan fisik. Persebaran kasusnya di pondok pesantren dengan korban baik laki-laki maupun perempuan.

“Sedangkan untuk pelakunya didominasi oleh laki-laki, meskipun perempuannya juga cukup banyak,” ujarnya.

Ia menegaskan, semua anak dijamin oleh undang-undang dasar 1945 tidak boleh mendapatkan kekerasan dan semua anak yang sedang menimba ilmu di pesantren/sekolah/lembaga pendidikan harus mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik maupun psikis.

“Calon model pesantren yang pertama di Provinsi Jawa Timur berdasarkan kegiatan pelatihan dan asesment pada tanggal 17 dan 20 Oktober di Surabaya adalah Pesantren Darul Ulum Peterongan, Jombang,” ujarnya.

‌Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementrian PPPA Republik Indonesia yang telah menunjuk Ponpes yang ada diKabupaten Jombang sebagai pilot project.

Baca Juga  Mayat Bertato Mengapung di Dam Karet Sungi Brantas

“Pemkab sangat mendukung program Pesantren Ramah Anak. Pesantren yang sehat, aman, nyaman, ramah dan membuat betah para santrinya sehingga mampu mencetak sumber daya manusia yang cerdas, berkarakter, berdaya saing dan berakhlakqul karimah. Jombang siap menjadi pelopor mewujudkan Pesantren yang santrinya betah di pesantren,” kata Mundjidah.


Editor: Hafid