oleh

Sang Pemberantas Narkoba Berbagi ke Ratusan Tukang Becak di Jombang

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Ratusan tukang becak yang mangkal disejumlah lokasi seputaran Kota Jombang, pada Kamis malam (21/11/2019) mendadak didatangi seorang perwira pertama Polres Jombang bernama AKP Mochamad Mukid.

Kedatangan polisi yang menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba Polres Jombang bukan untuk melakukan penangkapan pelaku penyalahgunaan Narkoba, melainkan untuk berbagi nasi bungkus. Aksi sosial itu, sengaja ia lakukan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Lokasi yang dituju yakni, Stasiun, Alun-alun, Jalan RE. Martadinata, Pasar legi atau Pasar Citra Niaga, dan Simpang Tiga tepatnya di timur kampus Undar Jombang. Tempat yang disasar tersebut, merupakan lokasi mangkalnya para tukang beca.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan,” kata Mukid kepada Jurnaljatim.com di sela-sela pembagian nasi bungkus di stasiun Jombang.

Mukid rela berjalan beberapa meter untuk memberikan nasi bungkus kepada para tukang becak. Satu persatu, para pengayuh becak tak luput dari pemberian sang pemberantas Narkoba ini. Terlihat, mereka yang menerima langsung membuka bungkusan tersebut lalu memakannya.

“Terima kasih atas pemberiannya pak, semoga berkah dan barokah,” kata Sujono seorang tukang becak.

Mukid menerangkan, aksi peduli sosial tersebut sengaja dilakuan pada malam hari karena mereka rela bekerja mencari nafkah keluarga hingga larut malam. Bahkan, bisa juga ada yang belum mendapat rezeki penumpang. Disaat memberikan Nasi bungkus, Mukid juga berpesan kepada mereka untuk selalu berhati-hati dan menjaga kesehatan.

“Malam hari adalah pekerjaan yang berat, karena mereka bekerja disaat orang beristirahat. Mereka juga dapat membantu kami di kepolisian untuk menginformasi adanya tindak kejahatan yang terjadi di malam hari,” ujar Mukid Mukid, saat itu bersama komunitas JSSA Reborn di Jombang.

Baca Juga  Polsek Tulangan Beri Materi Bahaya Narkoba di SMPN 1 Tulangan

Menurut Mukid, berbagi itu tidak perlu harus menunggu punya sesuatu berlebihan. Selagi mampu untuk berbagi, maka harus dilakukan meskipun tidak banyak. Karena, pemberian itu sangat berarti bagi penerimanya.

“Saya senang dapat berbagi seperti ini. Bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan. Ini sekaligus membuktikan polisi dekat dengan masyarakat,” ujar pria kelahiran Tarokan, Kediri ini sembari menambahkan akan rutin melakukan kegiatan serupa.


Editor: Hafid