oleh

KLH Edukasi Pengusaha Tahu Sidoarjo dengan Studi Banding ke Surabaya

SURABAYA (Jurnaljatim.com) – Untuk mengedukasi para pengusaha tahu tentang bahaya penggunaan sampah plastik untuk bahan bakar produksi tahu, Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) mengajak pengusaha tahu Desa Tropodo, kecamatan Krian, Sidoarjo mengunjungi pabrik tahu di Kecamatan Jambangan, Surabaya.

Studi banding tersebut juga menggandeng PT Suparma Tbk, sebagai pihak yang ‘mensponsori’ penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

“Kami sengaja mengajak pengusaha tahu Tropodo untuk melihat pabrik tahu di Jambangan dengan bahan bakar kayu agar mereka mengerti bahaya sampah plastik jika digunakan sebagai bahan bakar,” ujar Didik Harimuko di Surabaya, Jumat (13/12/2019).

Menurutnya, beberapa waktu terakhir Indonesia khususnya Jawa Timur, dihebohkan dengan kabar disejumlah media dalam dan luar negeri yang menyebutkan, jika telur Indonesia mengandung dioksin lantaran penggunaan bahan bakar plastik oleh para produsen tahu.

“Karena berita itu, banyak pengusaha tahu yang dirugikan, padahal selama ini untuk bahan bakar mereka menggunakan kayu bukan plastik, kalau pun ada yang menggunakan plastik sebagai bahan bakar, jumlahnya hanya sedikit,” ungkapnya.

Sementara itu, General Affairs Manager PT Suparma Tbk, Yustiyohadi mengaku mendukung peralihan bahan bakar plastik dengan kayu. “Selama tiga bulan kedepan, kami memberikan kayu bekas gratis untuk salah satu pabrik tahu di Tropodo,” tuturnya.

Pemerintah sekarang gencar melakukan sosialisasi 3R untuk perusahaan yakni Reuse, Reduce, dan Recycle. Kami bukan lagi 3R tapi sudah 4R dimana R yang terakhir adalah Return to Earth atau kembali ke bumi,” jelasnya.

Dengan beralih ke kayu, lanjut Yustiyohadi, asap yang dikeluarkan pabrik tahu akan lebih ramah lingkungan dibanding dengan plastik. Selain itu abu sisa pembakaran, juga masih dibisa diolah.

“Kami punya stok kayu sebanyak 20 truk engkel, kebutuhan Pak Zaenal dalam sehari sebanyak satu mobil pick up, jadi perkiraan kami stok cukup sampai tiga bulan kedepan,” tuturnya.

Ia berharap, terobosan baru ini, dapat diikuti perusaan kertas lainnya yang ada di Jatim. “Kami mencoba mengawali, semoga semakin banyak perusahaan kertas yang membantu pengusaha tahu, karena semua untuk masyarakat,” harapnya

Pemilik Pabrik Tahu Dusun Klagen Desa Tropodo, Krian, Sidoarjo, Zaenal Arifin sangat berterimakasih kepada PT Suparma yang turut membantu usahanya.

“Selama 15 tahun saya menggunakan limbah plastik sebagai bahan bakar, dan sejak tiga minggu terakhir Saya beralih ke kayu berkat bantuan dari pabrik Suparma,” imbuhnya.

Secara bertahap, Zaenal mengaku akan mengubah desain tungku pembakaran sehingga sesuai untuk kayu. “Tungku pembakaran punya saya sekarang masih desain untuk sampah plastik, nantinya akan coba saya rombak sehingga cocok untuk bakar kayu, ” ujarnya.


Editor: Hafid