oleh

Polisi Tindak Tegas Pelaku Provokasi Kilang Minyak di Tuban

TUBAN (Jurnaljatim.com) – Kepolisian Resor Tuban akan menindak tegas pihak-pihak yang berusaha memprovokasi terhadap warga untuk melakukan penolakan rencana pembangunan Kilang Minyak di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

“Percayalah, Polres Tuban akan selalu mengawal masyarakat pemilik lahan dan jangan takut bila ada provokasi dari sekelompok warga yang saat ini melakukan penolakan rencana pembangunan kilang minyak, maka kami Polres Tuban akan melakukan tindakan sesuai undang – undang yang berlaku,” ungkap Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono, Kamis, (5/12/2019).

Kapolres Tuban menjelaskan sejauh ini sudah ada 563 bidang lahan milik warga untuk pembangunan kilang yang telah diukur oleh Pertanahan Nasional (BPN) Tuban.

“Hasil data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah 563 bidang yang sudah diukur,” ujarnya.

Kemudian, data tersebut akan diserahkan ke Pertamina untuk melakukan lelang appraisal (penilai). Tim appraisal ditunjuk untuk menjadi bahan dalam perhitungan harga tanah milik warga yang akan digunakan untuk pembangunan proyek kilang minyak Grass Root Rafinery (GRR) Tuban.

“Data tersebut sudah siap dinilai oleh Tim Appraisal. Maka dari itu kami menghimbau kepada warga yang belum diukur untuk segera diukur lahannya,” ungkap perwira lulusan Akpol angkatan 2000 itu.

Sementara itu, Kepala BPN Tuban Ganang Anindito mengungkapkan, pihaknya akan segera menyerahkan kelengkapan administrasi pengukuran lahan pihak appraisal.

“Rencana appraisal yang ditunjuk diagendakan turun ke lapangan pertengahan bulan ini,” terang Kepala BPN Tuban.

Sebatas diketahui, Kilang Tuban ini merupakan salah satu kilang tercanggih di dunia yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 300 ribu barel per hari yang akan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel.

Selain itu, Kilang Tuban juga akan menghasilkan 4 juta liter avtur per hari serta produksi petrokimia sebesar 4.25 juta ton per tahun. Seluruh BBM yang diproduksi di Kilang Tuban memiliki standar terbaik di dunia yakni Euro5, yang sangat ramah dengan lingkungan.

Untuk membangun megaproyek ini, Pertamina menginvestasikan sekitar USD 15-16 miliar yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2026 mendatang. Proyek ini menempati area seluas kurang lebih 900 hektar.


Editor: Hafid